Rabu, 22 Mei 2024

Presiden Optimistis Operasi Pasar Bulog Bisa Menurunkan Harga Beras

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan

Joko Widodo Presiden memantau kenaikan harga beras di pasaran dalam beberapa pekan terakhir.

Untuk mengendalikan harga beras, Presiden memerintahkan Perum Bulog dan instansi pemerintah terkait menggelar operasi pasar di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Negara optimistis operasi pasar bisa menekan harga beras. Sehingga, meminimalisir kenaikan angka inflasi.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi, hari ini, Kamis (2/2/2023), di sela memantau harga-harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Baturiti, Tabanan, Bali.

“Harga beras memang naik di semua provinsi. Sekarang sedang dilakukan Operasi Pasar Bulog dari akhir Januari. Memang penurunan harganya masih sedikit. Makanya minggu-minggu ini akan terus dilakukan operasi pasar besar-besaran,” ujar Presiden.

Sebelumnya, Selasa (31/1/2023), dalam rapat kabinet yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kepala Negara menginstruksikan jajarannya menjaga stabilitas harga beras.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mendorong Perum Bulog mempercepat pendistribusian stok beras yang tersedia lewat operasi pasar.

Usai rapat, Arief Prasetyo Adi Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan, cadangan beras pemerintah (CBP) sekarang ada 315 ribu ton.

Dia bilang, ratusan ribu ton stok beras siap didistribusikan lewat operasi pasar mulai akhir Januari sampai bulan Maret 2023.

Sementara itu, Budi Waseso Direktur Utama Perum Bulog menyatakan, stok CBP yang ada sekarang berasal dari penyerapan beras dalam negeri serta beras impor premium.

Beras impor premium yang didistribusikan ke masyarakat, nantinya dijual seharga Rp8.300 per kilogram.

Supaya tidak terjadi penimbunan stok beras impor selama operasi pasar, Perum Bulog sudah berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan para pihak-pihak terkait.(rid/rst)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya
Surabaya
Rabu, 22 Mei 2024
31o
Kurs