Selasa, 21 Mei 2024

Relawan Prabowo-Gibran di Sampang Alami Lumpuh Kaki Usai Ditembak Orang Tak Dikenal

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Prabowo Subianto ketika menghadiri deklarasi Gerakan Masyarakat (GEMA) Perhutanan Sosial Indonesia di GOR Soekarno Hatta, Blitar, Minggu (17/12/2023). Foto: Istimewa

Muarah (39 tahun) relawan Prabowo-Gibran di Kabupaten Sampang mengalami lumpuh kedua kaki usai ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) pada Jumat (22/12/2023) lalu.

Dokter M. Hardian Basuki Kepala IGD RSUD Dr. Soetomo Surabaya menyebut, pasien mengalami dua luka tembak di punggung samping dan belakang.

“Dirujuk Jumat, kondisi secara umum stabil. Hanya memang nyeri dan ada kelumpuhan di kedua kakinya,” kata Hardian pada Selasa (26/12/2023).

Kelumpuhan terjadi karena peluru mengenai saraf tulang belakang yang berfungsi menggerakkan kedua kaki.

“Kalau saraf terkena bisa terjadi kelumpuhan,” imbuhnya.

Dua peluru sudah diambil melalui operasi Sabtu (23/12/2023) dan dipasang pen di tulang belakang.

“Ada tim yang ditugaskan, terdiri dari dokter bedah umum dan bedah saraf,” tambahnya.

Hardian belum bisa memastikan kelumpuhan terjadi sementara lalu pulih, atau korban akan lumpuh permanen.

“Sekarang kita masih pengobatan luka dan tulang belakang tentang perkembangan saraf belum bisa dievaluasi saat ini, dilakukan evaluasi bertahap. Saraf itu biasanya organ atau jaringan proses penyembuhannya lama,” paparnya.

Pasalnya, dua luka tembak itu cukup dalam dari sebelah kanan hingga menyeberang ke kiri.

“Sementara tim memutuskan tidak ada operasi lanjutan, hanya evaluasi tentang proses penyembuhan pasien. Nanti dilanjutkan fisioterapi untuk melatih anggota gerak kedua kaki yang belum bisa digerakkan,” jelasnya lagi.

Kini, kondisi pasien membaik dan sadar, namun pemulihan anggota gerak tubuh dilakukan bertahap.

“Pasien sudah bisa makan, namun memang belum bisa menggerakkan kedua kakinya, kalau tangan bisa. Duduk kita lakukan bertahap dahulu, biasanya pascaoperasi tulang belakang ada proses latihan duduk, mungkin butuh korset atau latihan duduk,” terangnya.

Sementara dua barang bukti peluru sudah diserahkan kepolisian.

“Pihak kepolisian datang untuk mengambil barang bukti. Peluru yang diserahkan langsung ke pihak polisi,” tandasnya. (ita/saf/ham)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya
Surabaya
Selasa, 21 Mei 2024
28o
Kurs