Minggu, 3 Maret 2024

Sejumlah Mal di Surabaya Tak Lagi Pasang Papan Barcode PeduliLindungi

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Pantauan suarasurabaya.net pada Kamis (5/1/2023) di pintu masuk Tunjungan Plaza sudah tidak memasang papan barcode PeduliLindungi. Foto: Meilita suarasurabaya.net

Sejumlah mal di Kota Surabaya tidak lagi memasang papan dan mewajibkan scan barcode PeduliLindungi di pintu masuk.

Manajemen beralasan kebijakan itu seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dicabut oleh Joko Widodo Presiden RI pekan lalu.

Sutandi Purnomosidi Direktur Marketing Pakuwon Grup menyampaikan seluruh mal di bawah kewenangannya sudah tidak lagi mewajibkan pengunjung scan barcode PeduliLindungi sejak minggu lalu.

“Sejak minggu lalu. Kan sudah tidak ada pembatasan, aman lah, biar kita hidup normal kembali ya. Intinya back to normal live,” kata Sutandi dikonfirmasi suarasurabaya.net, Kamis (5/1/2023).

Sementara untuk mengenakan masker, menurutnya tergantung pilihan masing-masing pengunjung.

“Tetap diimbau pakai masker di dalam ruang, tetapi bukan wajib seperti saat PPKM,” imbuhnya.

Kebijakan mencopot papan barcode PeduliLindungi juga dilakukan di Pasar Atom Mal. Halim Antawira Hermanto Direktur Utama Pasar Atom mengaku, itu sesuai arahan dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

“Sudah gak pakai, sama dengan mal yang lain sesuai arahan dari APPBI, terima kasih,” katanya.

Ika Fujiawanti Promotion Manager ITC Surabaya juga mengaku sudah tidak menerapkan scan barcode PeduliLindungi sesuai arahan APPBI.

“Sesuai ini (arahan APPBI) tidak wajib scan (PeduliLindungi),” kata Ika.

“Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2022 maka pusat perbelanjaan akan mendorong masyarakat untuk tetap melaksanakan Protokol Covid-19 yaitu protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi, namun tentunya hal tersebut adalah bukan merupakan suatu kewajiban ataupun keharusan sebagaimana diatur dalam Inmendagri dimaksud di atas,” bunyi pesan broadcast pernyataan APPBI yang diterima Ika.

Menanggapi itu, Ridwan Mubarun Sekretaris BPBD Kota Surabaya menyebut, seharusnya papan barcode PeduliLindungi masih terus dipasang di pintu masuk pusat perbelanjaan.

“Masih harus pakai scan barcode. Karena status pandemi masih ada. Yang ditiadakan adalah pembatasannya,” katanya.

Ia mengatakan akan langsung mengecek ke mal-mal dan meminta untuk kembali memasang papan barcode PeduliLindungi.

“Siap teman-teman ngecek dan kalau memang dilepas akan diimbau untuk tetap digunakan,” pungkasnya.(lta/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
27o
Kurs