Jumat, 1 Maret 2024

Uni Eropa Diskusikan Bantuan ke Ukraina hingga Pemberontakan Wagner

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Jens Stoltenberg Sekretaris Jenderal NATO dan Kaja Kallas Perdana Menteri Estonia mengadakan konferensi pers di Markas Besar NATO di Brussels, Belgia, 28 Juni 2023. Foto: Reuters

Para pemimpin Uni Eropa (EU) pada Kamis akan mendiskusikan dampak pemberontakan yang gagal di Rusia serta menjanjikan bantuan tambahan untuk Ukraina dalam perang melawan invasi Rusia.

Pada pertemuan puncak di Brussels, mereka juga akan berbicara dengan Jens Stoltenberg Sekjen NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) dan membahas peran yang dapat diambil Uni Eropa dalam meningkatkan keamanan Ukraina.

Kaja Kallas Perdana Menteri Estonia menyampaikan bahwa para pemimpin EU akan membahas pemberontakan kelompok tentara bayaran Wagner di Rusia, meski tidak direncanakan atau ditulis dalam draf kesimpulan konferensi tingkat tinggi (KTT) itu.

“Pasti akan dibahas,” katanya kepada wartawan di Brussels menjelang KTT rutin sesuai dikutip dari Antara, Kamis (29/6/2023).

Layaknya beberapa pemimpin EU lainnya, Kallas mengungkapkan bahwa pemberontakan itu menunjukkan kelemahan dalam kepemimpinan Rusia.

Ia telah melihat pandangan berbeda tentang pengaruh pemberontakan terhadap perang dengan Ukraina dan risiko yang ditimbulkan Rusia terhadap Barat.

Menurut Kallas, Barat tidak boleh terpengaruh dan terus mendukung Ukraina serta memperkuat pertahanannya sendiri.

Sementara itu, Charles Michel Presiden Dewan Eropa juga mengatakan hal serupa.

“Dalam situasi seperti ini, kita akan menegaskan kembali komitmen kita untuk mendukung Ukraina selama diperlukan, termasuk melalui bantuan keuangan dan militer yang berkelanjutan,” tulisnya dalam surat undangan KTT kepada para pemimpin EU.

Adapun draf kesimpulan KTT itu mengatakan negara-negara EU siap berkontribusi pada komitmen keamanan masa depan bagi Ukraina dan untuk “membantu Ukraina mempertahankan diri dalam jangka panjang, mencegah tindakan agresi, dan melawan upaya destabilisasi.”

Komitmen tersebut merupakan bantuan keamanan berupa senjata, peralatan, amunisi, pelatihan, dan bantuan militer lainnya bagi Ukraina.

Para diplomat mengatakan draf itu telah diusulkan oleh Prancis, negara dengan kekuatan militer dan keamanan terbaik di EU.

Diplomat dari beberapa negara menyampaikan bahwa mereka memerlukan lebih banyak penjelasan. Mereka khawatir gagasan itu akan bertentangan dengan upaya Amerika Serikat dan NATO dalam komitmen jangka panjang bagi Ukraina.

Sejumlah negara, termasuk AS, Inggris, Prancis, dan Jerman, sedang mendiskusikan langkah-langkah tersebut menjelang KTT NATO bulan depan di Vilnius, Lithuania, di mana keamanan jangka panjang di Ukraina akan menjadi bahasan utama.

Prancis telah menekankan bahwa setiap kontribusi EU akan dilakukan berdasarkan inisiatif yang sudah dibangun EU sebelumnya.

Hal itu mencakup Fasilitas Perdamaian Eropa –dana untuk mengganti bantuan militer anggota EU ke Ukraina– dan pelatihan tentara Ukraina. (ant/bnt/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Jumat, 1 Maret 2024
32o
Kurs