Kamis, 22 Februari 2024

Western Sydney University Dirikan Kampus di Surabaya dengan Fokus Studi Bidang Sains Hingga Bisnis

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
(Dari kiri ke kanan) Professor Jennifer Westacott AO, Rektor Western Sydney University, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, Hon Jason Clare MP Menteri Pendidikan Australi, dan Prof Jony Oktavian Haryanto Staff Ahil Kemendikbudristek RI, Kamis (9/11/2023). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Calon mahasiswa Indonesia kini tak perlu jauh-jauh pergi ke Australia untuk menimba ilmu di Western Sydney University. Karena, salah satu perguruan tinggi terbaik di Australia itu akan mendirikan Kampus di Kota Surabaya, Jawa Timur, September 2024 mendatang.

Kampus Western Sydney University Indonesia akan berlokasi di Pakuwon Tower wilayah barat Kota Surabaya. Bidang pembelajaran di kampus ini fokus kepada kewirausahaan, ketahanan serta keberlanjutan iklim.

Kampus tersebut meraih peringkat pertama atas dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari Times Higher Education selama dua tahun berturut-turut.

Professor Jennifer Westacott AO, Rektor Western Sydney University mengatakan, ada lima bidang studi yang siap menampung calon mahasiwa Indonesia untuk belajar.

Antara lain, Bachelor of Computer Science, Bachelor of Information and Communication Technology, Bachelor of Data Science, Bachelor of Engineering (Electrical), dan Bachelor of Business (Applied Finance).

“Hadirnya kami di Surabaya telah membuka babak baru sejarah perkembangan Western Sydney University Indonesia, sekaligus peluang bagi kami untuk memperkenalkan standar pendidikan berkualitas tinggi. Serta memperluas jaringan mitra kami di bidang pendidikan dan industri, baik lokal maupun internasional,” kata Jennifer di Grand Ballroom Sheraton Hotel, Kamis (9/11/2023).

Dia yakin, kampus baru Western Sydney University Indonesia di Surabaya akan mendukung pertumbuhan dan transformasi ekonomi lokal. Dengan target empat sampai lima tahun ke depan, melahirkan alumnus angkatan pertama.

Jennifer menyebut biaya yang dikeluarkan untuk kuliah di Western Sydney University Indonesia lebih terjangkau dibanding biaya kuliah secara aktual di Australia.

“Sekitar 10.000 US dolar Australia yang dikatakan lebih terjangkau. Saat ini yang sedang kami kerjakan juga menawarkan beasiswa agar semuanya memiliki akses sebaik mungkin untuk belajar,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Hon Jason Clare Menteri Pendidikan Australia mengatakan, kehadiran Western Sydney University di Surabaya telah mempererat persahabatan kerja sama dua negara.

Kerjasama di bidang pendidikan itu, diharapkan juga berdampak pada peningkatan kualitas SDM Indonesia di bidang sains dan teknologi dalam menghadapi tantangan di masa depan.

“Kami sadar tidak semua pelajar memiliki kesempatan yang sama datang ke Australia, oleh karena itu kami memberi kesemptan anak muda Indonesia untuk mencoba universitas terbaik Australia yang kini di Surabaya,” ujarnya.

Sementara Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI dalam sambutannya di tengah acara menyampaikan, kerjasama lintas negara di sektor pendidikan ini merupakan peluang untuk mengakselerasi sektor pendidikan dan industri di Indonesia.

“Saya rasa Western Sydney University telah memilih Surabaya sebagai lokasi yang tepat. Kota pendidikan dan industrial yang sangat menjanjikan dan visioner,” ujarnya.

(Dari kiri ke kanan) Professor Jennifer Westacott AO, Rektor Western Sydney University, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, Hon Jason Clare MP Menteri Pendidikan Australi, dan Prof Jony Oktavian Haryanto Staff Ahil Kemendikbudristek RI, Kamis (9/11/2023). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Menurut Nadiem, program studi yang disedikan Western Sydney University akan membawa Indonesia semakin maju di bidang riset teknologi. Apalagi pendidikan dan teknologi menjadi sektor yang berkembang pesat dalam 20 tahun terakhir.

“Saya turut senang mengetahui bahwa universitas ini juga berusaha memberikan beasiswa,” kata Nadiem.

Senada dengan Nadiem, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur sangat mendukung kehadiran Western Sydney University di Kota Pahlawan. Karena kebutuhan inovasi di bidang industri teknologi akan sangat dibutuhkan di masa depan.

Gubernur Jatim itu menyatakan, Indonesia memiliki target 30 persen memliki industri manufaktur pada 2045. Sedangkan di Jatim, kata Khofifah, pertumbuhan industri manufaktur mencapi 31 persen pada 2022.

“Dari Kementerian Investasi memperkirakan tahun depan pertumbuhan di Jatim (manufaktur) 35 persen. Kita semua membutuhkan digita inovasi itu terkait data science dan teknologi,” ujar Khofifah.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan soft launch Western Sydney University antara lain. Nadiem Anwar Makarim Mendikbudristek, Hon Jason Clare MP Menteri Pendidikan Australia, Prof Jennifer Westacott Rektor Western Sydney University, Prof. Barney Glover Vice Chancellor, dan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. (wld/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Kamis, 22 Februari 2024
33o
Kurs