Senin, 22 April 2024

Anak Tenggelam di Sambikerep Surabaya Belum Ditemukan, Pencarian Berlanjut Hingga Tujuh Hari

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Tim Rescue saat melakukan pencarian bocah tenggelam di saluran aliran sungai Balongsari dekat Kecamatan Tandes, Jumat (19/1/2024). Foto: Istimewa.

Pencarian anak perempuan inisial MWN (6) yang tenggelam di selokan Jalan Bumi Sari, Sambikerep, Surabaya masih belum membuahkan hasil hingga Jumat (19/1/2024) sore.

Agus Hebi Djuniantoro Kepala BPBD Kota Surabaya menyatakan, pencarian korban akan berlanjut sampai tujuh hari ke depan.

“Pencarian akan kami lakukan selama tujuh hari, setelah tujuh hari akan kita evaluasi. Kalau masih memerlukan tambahan pencarian akan kita lakukan,” ujar Hebi pada Jumat sore di lokasi pencarian.

BPBD Kota Surabaya juga mendirikan posko pencarian yang terletak di Kecamatan Tandes.

Tujuannya untuk memudahkan penyampaian informasi, bila masyarakat sekitar menemukan keberadaan korban.

Hebi mengutarakan, skema pencarian hari ini masih sama seperti kemarin. Tim Rescue terjuan ke selokan dan melakukan penyisiran dari titik kejadian korban diduga hanyut hingga Pompa Balong II.

Petugas menyusuri ara pencarian menggunakan perahu karet maupun sarana prasana lainnya.

“Kita sisir mulai pagi tadi 07.30 WIB. Kemarin sore kita sudah sisir tapi kita ulangi lagi hari ini. Dan ini sudah maksimal kita laksanakan, korban belum ketemu, ini kita masih upaya,” ujar Hebi.

Hebi menyebut, kendala yang dialami petugas saat melakukan pencarian hanya saat terjadi hujan.

Sebab mereka harus menghentikan pencarian di dalam selokan untuk sementara waktu, guna mengantisipasi adanya limpahan air.

“Kalau di atas hujan kita hentikan sejenak karena khawatir ada limpahan air dari atas, supaya aman dalam pencarian,” tutur Hebi.

Sebelumnya, MWN diduga hanyut di selokan Jalan Bumi Sari, Sambikerep, Surabaya, Kamis (18/01/2024) kemarin. Laporan kejadian ini baru diterima petugas padsa Kamis sekitar pukul 20.00 WIB.

Ketika kejadian, anak berusia enam tahun ini sedang bermain bersama kakaknya berinisial SAN (10) di sekitar saluran air pada Kamis siang. Pada saat itu kondisi tengah hujan deras.

Dari keterangan kakak korban, mereka main di saluran yang arusnya cukup deras. Setelah hujan selesai, sang kakak kembali pulang sendirian ke rumah.

SAN baru berani bercerita sekitar pukul 20.00 WIB saat orang tuanya mencari keberadaan adiknya. (wld/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Senin, 22 April 2024
26o
Kurs