Rabu, 24 Juli 2024

Kemenag: Jemaah Haji Direlokasi dari Mina Jadid untuk Mudahkan Lansia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Arsad Hidayat Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag). Foto: Kemenag

Arsad Hidayat Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), mengatakan kebijakan relokasi penempatan jemaah Indonesia dari Mina Jadid ke wilayah Muaishim, untuk memudahkan jemaah calon haji lanjut usia (lansia).

“Tahun 2024 penempatan jemaah haji Indonesia yang sebelumnya di Mina Jadid, untuk musim haji ini direlokasi ke wilayah Muaishim,” ujar Arsad di Jakarta, Rabu (20/3/2024) dilansir Antara.

Jemaah calon haji Indonesia biasanya ditempatkan di Mina Jadid. Perubahan ini, kata Arsad, sebagai upaya menambah kenyamanan jemaah Indonesia dalam beribadah agar tidak terlalu jauh dengan Jamarat.

Perubahan itu juga didasarkan pada masukkan dari masyarakat terkait pelaksanaan ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). “Sehingga Kemenag menyiapkan skema penempatan jemaah di Mina,” ujarnya.

Untuk diketahui, Haji 2024 masih mengusung tagline Haji Ramah Lansia. Seluruh petugas diminta siap dan siaga dalam memberi layanan terbaik kepada jemaah, sejak dari keberangkatan ke Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air.

“Para petugas diharapkan nantinya bekerja dengan baik dan profesional, harus membantu jemaah dengan tuntas dan harus selalu siap melaksanakan komitmen petugas,” katanya.

Sebelumnya, Arsad Hidayat meminta petugas haji menggunakan seragam selama bertugas baik saat berada di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi serta siap sedia selama 24 jam.

“Seragam adalah jati diri petugas haji. Sebagai pembentuk prilaku dan sikap ketika berhadapan dengan jemaah. Seragam juga akan memudahkan jemaah meminta bantuan terutama yang tersesat,” ujarnya.

Arsyad mengatakan tugas petugas haji tidaklah mudah. Mereka memikul beban dalam mewujudkan kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji.

Menurutnya, petugas adalah orang pertama yang akan dicari jemaah ketika mereka menemukan permasalahan. Hal ini juga akan menunjukkan eksistensi petugas selama berada di Tanah Suci. (ant/bil/faz)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 24 Juli 2024
31o
Kurs