Kamis, 25 Juli 2024

Menteri LHK: Tim Gabungan Diterjunkan untuk Atasi Konflik Harimau-Manusia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan keterangan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto : Farid suarasurabaya.net

Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) memastikan tim gabungan telah diterjunkan untuk merespons konflik harimau dan manusia di Lampung Barat termasuk menurunkan penembak bius.

“Sekarang kita menurunkan tim termasuk penembak-penambak bius jadi ya memang harus dilokalisir, harus dicari, harus diambil. Kita dari kementerian, kita juga minta bantuan dari Taman Safari,” kata Siti Nurbaya usai Rapat Koordinasi Khusus Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan 2024 di Jakarta, Kamis (14/4/2024) dikutip Antara.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu salah seorang warga Lampung Barat dilaporkan diserang harimau saat bekerja di kebun. Korban berhasil selamat, namun warga yang marah justru membakar kantor Balai Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Resort Suoh.

Kementerian LHK (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) juga mengambil langkah membentuk tiga tim gabungan dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), dan Balai KSDA Bengkulu-Lampung sejak akhir Februari 2024.

Tim patroli bertugas melakukan pemantauan dan patroli di lokasi konflik di Kecamatan Suoh dan Kecamatan Bandar Negeri Suoh di Kabupaten Lampung Barat. Ada pula tim penangkapan dan evakuasi satwa yang memasang kandang jebak dan melakukan evakuasi serta tim pengamanan masyarakat untuk sosialisasi kepada warga.

Sementara itu, Satyawan Pudyatmoko Dirjen KSDAE KLHK mengatakan jika upaya penangkapan harimau Sumatera melalui pemasangan empat unit kandang jebak belum berhasil, maka diperlukan tindakan penyelamatan lebih lanjut melalui upaya penangkapan dengan menggunakan metode lain.

Dia menyebut dalam hal ini digunakan peralatan pembiusan/anestesi oleh Tim Ahli dari Taman Safari Indonesia (TSI) yang mempunyai kapasitas teknis dan berpengalaman dalam penanganan konflik satwa liar. Tim tersebut dilengkapi dengan perlengkapan medis/obat-obatan.

Satyawan mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak bertindak anarkis setelah terjadi perusakan salah satu resor di TNBBS setelah terjadi serangan ketiga di Lampung Barat pada 11 Maret lalu dan tim gabungan terus berupaya untuk menyelesaikan isu itu.

“Ke depan kita harus bisa berbagi ruang dengan berbagai hidupan liar, karena mereka juga mempunyai fungsi dan peran dalam sistem penyangga kehidupan,” jelasnya. (ant/bil/ham)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Kamis, 25 Juli 2024
29o
Kurs