Senin, 22 Juli 2024

Pemkab Lumajang Imbau Masyarakat Tak Gunakan Koran untuk Alas Salat Idulfitri

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Petugas DKP Surabaya sapu bersih ribuan korna bekas alas Salat Id disepanjang Jalan Kombespol M. Duryat. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, mengimbau warga tidak menggunakan kertas koran untuk alas salat Id pada Idulfitri 1445 Hijriah agar ramah lingkungan.

Hal tersebut juga berdasarkan surat edaran resmi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Nomor: 660/667/427.47/2024 Perihal Pengendalian Sampah Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah, yang mengacu pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2024.

“Dalam upaya untuk mengurangi dampak sampah, kami mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan lama dalam melaksanakan Shalat Idulfitri 1445 Hijriah,” kata Hertutik Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, dilansir Antara pada Selasa (9/4/2024).

Salah satu langkah signifikan yang dilakukan dengan mengimbau masyarakat meninggalkan tradisi menggunakan alas koran saat Shalat Id, karena akan menimbulkan sampah.

Dalam rangka mendukung pengurangan sampah, lanjut dia, masyarakat didorong untuk mengambil langkah-langkah praktis, seperti membawa peralatan shalat dari rumah dan menggunakan alas sajadah yang dapat digunakan berulang kali.

“Tidak hanya itu, menghindari membawa makanan dan minuman ke tempat shalat juga menjadi langkah penting dalam upaya mengurangi sampah,” tuturnya.

Dia mengatakan tidak hanya sekadar imbauan, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah sampah.

“Dalam surat edaran tersebut, terdapat arahan bagi panitia Shalat Id untuk membentuk petugas khusus yang bertugas menjaga kebersihan tempat ibadah,” ujarnya.

Langkah-langkah proaktif yang diambil oleh pemerintah dan masyarakat setempat tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah secara langsung, kata dia, tetapi juga membangun kesadaran pentingnya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

“Melalui upaya bersama itu diharapkan tradisi beribadah dapat dipertahankan sambil menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (ant/ike/iss)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Senin, 22 Juli 2024
31o
Kurs