Rabu, 24 Juli 2024

Pemkot Surabaya Bakal Gelar Imunisasi Serentak Cegah Polio

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ilustrasi imunisasi polio. Foto: iStockphoto

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menggelar imunisasi serentak pencegahan polio 15 Januari 2024.

Imunisasi ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: IM.02.03/Menkes/1051/2023 Tentang Pelaksanaan SUB Pekan Imunisasi Nasional (SUB PIN) dalam Rangka Penanggulangan KLB Polio cVDPV2 yang dilaksanakan sebanyak 2 kali putaran.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut rencananya, pelaksanaan imunisasi polio akan tersebar di sekolah-sekolah, mulai PAUD, SD, hingga Balai RW.

“Polio ini kalau terlambat, akan lumpuh selamanya, tidak bisa disembuhkan. Karena itu, saya minta kepada teman-teman (jajaran PD, lurah, hingga camat) kalau bisa sedino mari (sehari selesai),” kata Eri lewat keterangan resmi, Rabu (10/1/2024).

Sasaran imunisasi, anak usia 0-7 tahun atau 7 tahun 11 bulan 29 hari. Targetnya, dalam sehari ada 200.000 lebih anak.

“Ini harus cepat, jangan sampai kita terlambat ada yang kena Polio itu. Ini rodok medeni (agak menakutkan) penyakit yang langka juga, terjadi tiba-tiba,” ujarnya.

Eri minta dinas kesehatan segera mendata nama-nama anak yang masuk sasaran.

“Nanti dimasukkan aplikasi, kan itu ada alamatnya ketika sudah menyasar sekolah, kalau sudah nanti diklik. Jadi nanti Pak Lurah dan Pak Camat di wilayahnya masing-masing jadi tahu mana yang sudah diimunisasi dan yang belum dimasukkan ke Balai RW untuk diimunisasi,” tuturnya.

Percepatan ini berkaitan dengan temuan kasus seorang anak asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terjangkit polio setelah berkunjung dari Sampang, Madura.

“Temuan di Klaten tadi, tapi di Surabaya belum ada. Nauzubillahiminzalik lah, jangan sampai ada,” jelasnya.

Sementara Nanik Sukristina Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengatakan, penyakit polio adalah virus yang menular dan menyerang sistem saraf sehingga menyebabkan kelumpuhan permanen pada otot anggota gerak tubuh. Penularannya lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi feses dari anak terinfeksi.

Sebenarnya imunisasi direncanakan tanggal 15-21 Januari dan putaran kedua 19-25 Februari 2024.

“Harapannya pada tanggal 15 (Januari) bisa secara serentak dilakukan seluruh target terpenuhi,” kata Nanik.

Sementara kasus polio di Surabaya sepanjang tahun 2023 lalu, lanjutnya, tidak ditemukan.

“Sebagai bentuk kewaspadaan dini, Dinas Kesehatan Kota Surabaya secara konsisten terus melaksanakan surveilans aktif RS dan komunitas di seluruh puskesmas melalui identifikasi, skrining Acute Flaccid Paralysis (AFP) baik di RS dan Puskesmas,” tandasnya. (lta/saf/iss)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 24 Juli 2024
31o
Kurs