Minggu, 26 Mei 2024
Advertorial

Pimpinan DPRD Surabaya Minta Pemkot Dampingi Dua Pelajar Peroleh HAKI Karya Alat Peringatan Dini Kejadian

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
AH Thony saat menerima presentasi dua pelajar SMP pencipta alat peringatan dini kejadian di permukiman, Rabu (7/2/2024). Foto: Istimewa AH Thony saat menerima presentasi dua pelajar SMP pencipta alat peringatan dini kejadian di permukiman, Rabu (7/2/2024). Foto: Istimewa

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) mendampingi dua pelajar SMP memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari karya alat peringatan dini kejadian yang mereka ciptakan.

AH Thony Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya menyebut, karya Early Warning System (EWS) itu buatan Vanessa Dewi Saraswati dan Adita Zahra Putri, siswi SMPN 52 Surabaya.

“Kami meminta kepada pemerintah untuk memberikan pendampingan, bahwa semangat seperti itu perlu difasilitasi untuk mendapatkan HAKI,” kata Thony, Kamis (8/2/2024).

Menurutnmya EWS perlu dipatenkan, sebagai dukungan atau apresiasi karya anak bangsa.

“Anak bangsa tidak boleh dianaktirikan, harus ada keadilan dan keberpihakan, sehingga tersambung dengan pemerintah pusat soal Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurutnya, EWS sangat dibutuhkan Surabaya, mengingat banyak kejadian kegawatdaruratan di permukiman. Mulai kebakaran, kejahatan, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Sering kali di masyarakat tiba-tiba ada kebakaran karena faktor kelalian atau kejadian perampokan yang bisa menyebabkan korban jiwa,” ucapnya.

Ia berharap karya ini bisa menginspirasi pelajar lain di Kota Surabaya untuk ikut menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Kalau diibaratkan mereka berdua ini varietas unggul yang bisa dijadikan contoh menggugah semangat masyarakat lain,” kata dia.

Sementara Vanessa menyebut, ide awal pembuatan alat ini karena peristiwa kebakaran rumah yang terjadi di sekitarnya. “Ada rumah kosong yang terbakar habis karena sedang tidak ada patroli,” ujarnya.

Sehingga, dibuatlah alat yang bisa menyalurkan informasi dari satu rumah ke pos keamanan. Alat itu dilengkapi beragam komponen, mulai sensor api, gas, magnet, tombol darurat, sensor suhu, dan kelembapan udara.

“Kalau misalnya ada gas, maka informasi masuk di pos satpam bahwa di salah satu rumah ada kebocoran gas,” ucapnya.

Meski demikian, menurutnya alat ini masih perlu disempurnakan, untuk mencegah delay pada sistem sensor.

“Kalau evaluasi bisa pakai sensor yang lebih kuat sehingga lebih sensitif,” tandasnya. (adv/lta/bil/faz)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Bus di Trowulan Mojokerto

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Surabaya
Minggu, 26 Mei 2024
30o
Kurs