Sabtu, 25 Mei 2024

Remaja Tersesat Asal Papua yang Sempat Ditemukan Pendengar SS, Sudah Pulang dan Bertemu Keluarganya

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Tim Dinas Sosial Kabupaten Fakfak mempertemukan TR (14 tahun) yang sempat tersesat sampai Surabaya dengan ibunya di rumahnya, Kamis (4/1/2024). Foto: Anna via WA SS

Remaja 14 tahun berinisial TR asal Fakfak, Papua Barat yang sebelumnya terbawa kapal sampai ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, akhirnya sudah pulang dan bertemu dengan keluarganya pada, Kamis (4/1/2024).

Kabar itu disampaikan Anna Fajriatin Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Surabaya lewat sebuah foto yang dikirimkan ke Radio Suara Surabaya (SS), Kamis sore.

“Alhamdulillah, sudah ketemu sama ibunya. Alhamdulillah, kami sudah dikirimi kabar, info-nya, sudah ketemu sama ibunya (di Fakfak Papua),” ujarnya waktu dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, TR ditemukan Ronny Fahmi pendengar Radio Suara Surabaya pada 24 Desember 2023. Kepada Ronny, TR mengaku tiba di Surabaya sejak 19 Desember 2023.

TR mengaku menaiki kapal perintis dari Fakfak ke Sorong. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Makassar dan berlanjut hingga ke Surabaya menggunakan KM Nggapulu.

Anna menjelaskan, begitu dihubungi Radio Suara Surabaya pada 24 Desember lalu, pihaknya langsung jemput bola menghampiri Ronny Fahmi untuk selanjutnya melakukan pendampingan kepada TR sampai proses pemulangannya pagi hari ini.

“Kemudian kami bawa adik TR ini ke UPTD. Dari situ kami berproses untuk melakukan komunikasi dengan Dinas Sosial Fakfak, kami juga memohon bantuan dari Kementerian Sosial karena ini lintas,” ungkapnya.

Adapun TR dipulangkan lewat jalur udara menggunakan Pesawat dari Bandara Juanda, dengan pendampingan tim dari Kemensos hingga sampai di Kabupaten Fakfak sekitar pukul 19.00 WIT. “Jadi setibanya di Kantor Dinas Sosial Fakfak, langsung dibawa ke rumahnya,” ceritanya.

Anna sebelumnya juga mengungkapkan, selama di Surabaya, TR ditempatkan di UPTD Kampung Anak Negeri. Selama di sana ia dinilai aktif bersosialisasi dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

“Nantinya balai di Papua akan memantau dan memberikan pendampingan untuk perkembangan selanjutnya. Bahkan kembali bersekolah,” ujar Anna. (bil/iss)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Bus di Trowulan Mojokerto

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Surabaya
Sabtu, 25 Mei 2024
32o
Kurs