Kamis, 25 Juli 2024

Warga Pulau Bawean Mengungsi ke Lapangan dan Sawah karena Khawatir Gempa Susulan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Sejumlah warga Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik tampak mengungsi di dekat persawahan karena khawatir gempa susulan, Jumat (22/3/2024). Foto: Denny via WA SS

Samsi Camat Tambak di Pulau Bawean, Gresik mengungkap banyak warganya pada, Jumat (22/3/20224) malam, mengungsi ke beberapa lokasi penampungan seperti di sawah-sawah, dan bangunan karena khawatir akan adanya gempa susulan.

“Sekarang memang masyarakat memang ada di beberapa lokasi penampungan, di tempat yang aman ya, ada di lapangan dan juga di sawah-sawah yang tidak terlindung dari bangunan-bangunan yang rusak (akibat gempa),” jelas Samsi kepada Radio Suara Surabaya, Jumat malam.

Sebelumnya, gempa bumi kembali mengguncang dengan kekuatan Magnitudo 6,5 yang terjadi di 130 kilometer timur laut Tuban, Jawa Timur, Jumat, pukul 15.52 WIB. Gempa tersebut merupakan kali kedua dalam satu hari, setelah sebelumnya terjadi di dekat lokasi yang sama sekitar pukul 11.45 WIB, dengan magnitudo 6.0.

Dia menjelaskan kondisi para warga dalam kondisi trauma akibat guncangan akibat gempa di Timur Laut Tuban yang dirasakan di wilayahnya itu sebanyak tiga kali, sehingga menyebabkan bangunan seperti Masjid, rumah warga hingga Rumah Sakit mengalami kerusakan.

Dari seluruh 13 desa di wilayah Kecamatan Tambak, lanjut Samsi, semuanya terdampak gempa sehingga beberapa warga terpaksa mengungsi meninggalkan rumahnya. Kondisi terparah ada di Desa Gelam dan Desa Grejeg.

“Rumah kalau roboh secara total tidak, cuma memang sudah tidak bisa difungsikan lagi karena kondisinya retak, terus juga ada yang tembok-temboknya juga sudah terbongkar juga,” ungkapnya.

Sementara terkait kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, Samsi memastikan tidak terlalu parah dan masih bisa digunakan untuk mobilitas.

“Untuk kondisi listrik Alhamdulillah masih aman. Listrik sama sinyal masih aman. Tapi memang kadang-kadang sinyal juga naik turun,” bebernya.

Kini, pihaknya intens melakukan koordinasi dengan jajaran Forkompimcam, baik di Kecamatan Tambak sendiri maupun Kecamatan Sangkapura. Begitu juga untuk pendataan kerusakan bangunan akibat gempa.

Samsi memastikan pihaknya juga sudah menyediakan posko pengunsian di kantor kecamatan, namun kapasitasnya masih terbatas karena kekurangan tenda.

“Yang paling dibutuhkan sekarang memang tenda pengungsian untuk di lapangan, makanan siap saji, terus juga selimut karena memang mereka (pengungsi) kondisinya ada di luar ya,” ujarnya.

Camat Tambak Bawean itu memastikan sudah ada intervensi dari Pemerintah Kabupaten Gresik yang kini sedang mengirimkan bantuan lewat kapal dan diperkirakan akan sampai pada, Sabtu (23/3/2024) pagi.

“Mungkin kepada masyarakat yang ada di daratan (Pulau Jawa) untuk mendoakan kami agar bisa diberikan kekuatan, dan juga tidak terjadi gempa susulan lagi,” harapnya.

Sebelumnya, Sukardi Kepala BPBD Gresik mengatakan pihaknya sudah mendistribusikan bantuan ke Pulau Bawean, yang diberangkatkan pada Jumat malam pukul 20.00 WIB.

“Ada tenda pengungsi satu set, ditambah terpal 100 unit, makanan siap saji 100 dus, dan ada dua mobil (untuk mobilisasi) kita bawa masuk ke kapal,” jelasnya.

Perjalanan diperkirakan memakan estimasi hingga, Sabtu (23/3/2024) pagi besok, pukul 06.00 WIB. “Pantauan perjalanan InsyaAllah tidak ada kendala, mudah-mudahan perjalanan kapal lancar-lancar saja,” pungkasnya. (bil/iss)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Kamis, 25 Juli 2024
31o
Kurs