
Bintang Ramadhani, penyiar Radio Suara Surabaya menegaskan bahwa peran seorang Master of Ceremony (MC) di acara semi-formal tetap dituntut untuk tampil kreatif, memiliki rasa humor, dan mampu mencairkan suasana agar audiens merasa terhibur.
Hal itu ditekankan Bintang saat mengisi sesi pelatihan MC non-formal dalam Suara Surabaya Academy Jago MC: Newbie Anti-grogi, Sabtu (30/8/2025) pagi.
“MC akan selalu menjadi pusat perhatian. Audiens akan menilai bukan hanya dari apa yang diucapkan, tapi juga cara berinteraksi, bahasa tubuh, penampilan, hingga riasan,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa seorang MC semi-formal harus memiliki modal utama berupa kepercayaan diri.
Sebab, mereka dituntut berhadapan langsung dengan banyak orang, memahami kondisi acara, hingga menyesuaikan gaya membawakan acara dengan lokasi, profesi, serta latar belakang sosial audiens.
“Kalau MC kaku, acara bisa jadi membosankan. Karena itu, kreativitas dan selera humor sangat penting. Humor bisa membuat suasana lebih cair, audiens lebih dekat, dan acara terasa hidup,” ujar Bintang.
Meski begitu, ia mengingatkan humor tetap harus proporsional dan sesuai konteks. Bukan sekadar melucu, tetapi menyampaikan humor yang tepat agar tidak menyinggung audiens.
Selain kreativitas dan humor, pengalaman dan pengetahuan luas juga menjadi modal penting. Menurutnya, jam terbang akan membentuk kecerdasan seorang MC dalam mengambil keputusan di panggung, menghadapi situasi mendadak, dan menyampaikan pesan dengan singkat, padat, serta jelas.
“MC non-formal tetap harus bisa menciptakan suasana meriah, tetapi juga menguasai teknik komunikasi. Tujuannya satu: bagaimana membuat audiens betah dan merasa terhubung dengan jalannya acara,” tambahnya. (bil/iss)