Sabtu, 30 Agustus 2025
Jago MC: Newbie Anti-grogi

Profesional dan Berwibawa Jadi Kunci MC Formal Tampil Maksimal

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Restu Indah penyiar Suara Surabaya memberikan materi seputar MC Formal kepada para peserta Suara Surabaya Academy, Sabtu (30/8/2025) pagi. Foto: Chandra suarasurabaya.net

Menjadi seorang Master of Ceremony (MC) di sebuah acara formal tidak bisa dilakukan dengan cara sembarangan.

Restu Indah penyiar Radio Suara Surabaya menegaskan, MC formal dituntut tampil profesional, menjaga wibawa, sekaligus memastikan acara berjalan maksimal sesuai rencana, tanpa meninggalkan kesan kaku.

Menurut Restu, penampilan adalah kunci pertama yang harus diperhatikan. MC formal wajib menggunakan dress code yang sesuai, mulai dari jas, batik, hingga kebaya, dengan tampilan rapi, bersih, dan wangi.

“Kesan pertama itu sangat penting. Jangan terlalu mencolok, tapi tetap elegan dan profesional,” papar Restu saat mengisi materi pelatihan MC formal dalam Suara Surabaya Academy Jago MC: Newbie Anti-grogi, Sabtu (30/8/2025).

Dari sisi vokal, MC formal harus menguasai teknik suara agar penyampaian terasa berwibawa. Nada suara harus rendah, stabil, disertai artikulasi yang jelas .

Dia menegaskan intonasi juga perlu dijaga agar tidak monoton, sementara aksentuasi harus diberikan pada kata-kata penting seperti judul acara atau nama tokoh.

“MC formal itu harus bisa menghadirkan kesan serius dan berwibawa, sesuai dengan karakter acara resmi. Tapi tetap harus ada dinamika suara agar tidak terdengar datar dan membosankan,” jelasnya.

Lebih jauh, Restu menyebut MC bukan sekadar pembawa acara, melainkan juga pengatur waktu tersembunyi.

Karena itu, seorang MC wajib hadir lebih awal, memastikan rundown berjalan tepat waktu, serta siap mengisi sela ketika terjadi keterlambatan atau gangguan teknis.

“Kalau tamu kehormatan terlambat, misalnya, MC tidak boleh panik atau membuat suasana canggung. Ada cara halus untuk mengisi waktu tanpa merusak kesan formal. Misalnya dengan mengajak hadirin menikmati waktu sejenak sambil menunggu,” tutur Restu.

Ia menekankan, MC formal bukanlah tokoh utama dalam acara. Tugasnya adalah menjaga kelancaran jalannya acara, bukan mencari sorotan.

Karena itu, MC harus mampu tetap netral, tidak mendominasi, dan bisa mengarahkan suasana dengan tenang meskipun ada ketegangan atau kesalahan kecil.

“MC formal yang profesional itu seperti benang merah. Tidak terlihat mendominasi, tapi menghubungkan setiap sesi sehingga acara berjalan rapi, lancar, dan berkesan maksimal,” pungkas Restu. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil di Jembatan Suramadu, Kondisinya Ringsek

Kecelakaan Bus Tabrak Belakang Truk di KM 749 Tol Sidoarjo-Waru

Pajero Masuk Sungai Menur Pumpungan

Kecelakaan Truk Tabrak Gardu Tol di Gate Waru Utama

Surabaya
Sabtu, 30 Agustus 2025
28o
Kurs