Senin, 20 Juli 2026

Tim DVI Gunakan Foto Senyum untuk Identifikasi Korban Pesantren Al Khoziny

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Petugas gabungan mengevakuasi jenazah yang ditemukan di area wudu musala di kompleks Pondok Pesantren Al Khoziny, Sabtu (4/10/2025). Foto: Basarnas

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggunakan foto korban yang sedang tersenyum sebagai salah satu metode untuk mengidentifikasi jenazah santri korban runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Ketua tim sektoral untuk operasi SAR dari DVI Polda Jatim Komisaris Polisi Navran mengatakan gigi menjadi salah satu data penting dalam proses identifikasi.

“Kalau ada foto anak korban sedang tersenyum, itu bisa membantu karena gigi terlihat jelas. Gigi adalah ciri yang bisa dibandingkan dalam proses identifikasi,” kata dia dalam konferensi pers yang dikutip Antara, Senin (6/10/2025).

Selain itu DVI memanfaatkan sidik jari dan properti pribadi korban sebagai bahan pembanding dengan data antemortem dari pihak keluarga.

Menurut Novran, dua dari 49 orang korban meninggal yang dikirim ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya per hari ini berhasil dikenali melalui data gigi dan sidik jari.

Sementara setiap jenazah yang sulit diidentifikasi langsung diambil sampel DNA-nya untuk pemeriksaan lanjutan di laboratorium.

Berdasarkan data terkini, kata dia, DVI Polda Jatim sudah menerima 58 data antemortem dari keluarga korban dan tambahan 26 data lain yang sedang dalam proses pencocokan.

Novran yang mewakili Kepala Bidang Dokkes Polda Jatim itu memastikan identifikasi dilakukan dengan hati-hati agar hasilnya akurat dan dapat diterima keluarga korban.(ant/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 20 Juli 2026
34o
Kurs