Iqbal menjelaskan, para santri yang harus menjalani rawat inap mengalami sejumlah keluhan, di antaranya mual, muntah, dan pusing.
Menurutnya, rawat inap diperlukan bagi pasien yang membutuhkan observasi lebih lanjut selama lebih dari dua jam.
“Jadi memang dibutuhkan untuk observasi lebih lanjut lebih dari 2 jam, ya harus rawat inap,” ujarnya.
Sementara itu, pasien lainnya secara bertahap diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinilai membaik. Beberapa pasien masih menjalani observasi sambil menunggu penjemputan atau wali murid.
Pihaknya memastikan seluruh pasien yang tercatat dalam penanganan kasus tersebut merupakan santri.
RSI Siti Hajar memastikan, masih bersiaga meski informasi dari Dinas Kesehatan menyebut kondisi di lokasi kejadian telah mereda. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

