“Delapan orang di IGD RSUD Dr. Soetomo, satu orang di RSAL, dan tiga orang di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie. Peserta maupun petugas yang mengalami keluhan ringan tetap dipantau dan diimbau untuk segera menuju fasilitas kesehatan apabila keluhan memburuk,” bebernya.
Atas kejadian itu, pihak rumah sakit telah mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan ke laboratorium yang belum bisa dipastikan kapan hasilnya keluar. Namun ia memastikan monitoring.
“Pemeriksaan penunjang terkait ke Labfor, Labkesmas, dan juga BPOM untuk mengetahui penyebab kejadian. Dan Soetomo juga telah didatangi atau dikomunikasikan oleh Dinas Kesehatan Kota dan Dinas Kesehatan Provinsi terkait kejadian tersebut,” bebernya.
Sementara itu, dr. Astindari Kepala Bagian Diklat RSUD Dr. Soetomo menambahkan, keluhan dugaan keracunan itu muncul 30 menit hingga empat jam setelah peserta dan karyawan mengonsumsi makanan yang dibagikan saat acara di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 rumah sakit itu.
“Jadi untuk konsumsi nasi kotaknya itu datang jam 09.00 WIB, diantar dari FK ke GPDT lantai 2. Kemudian jam 09.15 WIB dinaikkan ke GPDT lantai 7 tempat pengerjaan. Kemudian jam 09.30 WIB ditata di meja dalam hall GPDT. Jam 11.30 WIB nasi kotak mulai dibagikan ke peserta dan dikonsumsi saat istirahat jam 11.30 WIB tersebut,” bebernya. (lta/saf/ipg)








