Kata Laurent Nunez Menteri Dalam Negeri Prancis, sebanyak lebih dari 2.500 orang ditahan di kantor polisi Prancis imbas kerusuhan unjuk rasa pada akhir pekan lalu.
“Saat ini, 2.513 orang telah ditahan,” kata Nunez, melansir Antara, Selasa (20/10/2026).
Nunez menambahkan, lebih dari 500 orang yang ditahan akan menjalani persidangan dalam beberapa hari mendatang, tambahnya.
Nunez juga mengatakan bahwa 67 orang telah dipenjara. Namun, dia tidak menjelaskan apakah jumlah tersebut merujuk pada penahanan sebelum persidangan atau hukuman penjara setelah putusan pengadilan.
Aksi unjuk rasa besar-besaran yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup dan penurunan standar pendidikan meningkat berubah menjadi bentrokan dengan polisi di Prancis pada Sabtu (17/10/2026).
Di Kota Limoges, para perusuh membakar gedung balai kota bersejarah. Sejumlah gedung pemerintahan di Marseille dan kota-kota lainnya juga menjadi sasaran serangan.
Para penjarah mengobrak-abrik toko, memecahkan kaca etalase, dan membawa kabur barang dagangan, termasuk produk dari butik merek mewah, terutama di Paris dan Marseille.
Lebih dari 2.000 orang ditahan pada Minggu (18/10/2026). Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan total 550.000 orang mengikuti demonstrasi tersebut, termasuk 110.000 orang di Paris.(ant/kir/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

