Senin, 19 Oktober 2026

Prancis Dilanda Kerusuhan, Macron Akan Tetap Kunjungi Timur Tengah

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Prabowo Subianto (kiri) Presiden RI saat bersama Emmanuel Macron Presiden Prancis. Foto Biro Komunikasi Presiden

Emmanuel Macron Presiden Prancis memastikan tetap melanjutkan kunjungan ke sejumlah negara Timur Tengah, meskipun negaranya tengah dilanda kerusuhan akibat demonstrasi besar-besaran.

Macron mengatakan, kunjungan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan harga energi yang menjadi salah satu pemicu gelombang demonstrasi di Prancis.

Kunjungan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (19/10/2026) hingga Rabu (21/10/2026), dengan tujuan Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Qatar.

“Para pengunjuk rasa telah menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai biaya hidup dan harga bahan bakar. Saya telah mengambil beberapa inisiatif di tingkat internasional untuk menjamin pasokan bahan bakar dan gas, serta menangani situasi di pasar energi,” kata Macron dalam pidato yang disiarkan Istana Elysee, Minggu (18/10/2026) dikutip Antara.

Ia menegaskan akan tetap menjalankan agenda diplomatik tersebut meskipun situasi keamanan di dalam negeri masih menjadi perhatian. “Besok pagi, saya akan melanjutkan upaya ini dengan melakukan kunjungan ke negara-negara Teluk Persia,” lanjutnya.

Sebelumnya, demonstrasi besar-besaran menentang tingginya biaya hidup dan kenaikan harga kebutuhan terjadi di berbagai wilayah Prancis pada, Sabtu (17/10/2026).

Aksi tersebut berujung kerusuhan setelah sejumlah kelompok demonstran terlibat bentrokan dengan polisi. Penjarahan dan perusakan fasilitas publik maupun tempat usaha juga terjadi di sejumlah lokasi.

Kelompok pemuda yang terlibat kerusuhan dilaporkan memecahkan kaca pertokoan serta membakar halte bus dan kendaraan. Polisi kemudian menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air untuk membubarkan massa yang melakukan tindakan anarkis.

Laurent Nunez Menteri Dalam Negeri Prancis mengatakan, lebih dari 2.000 orang telah ditahan akibat kerusuhan tersebut. Selain itu, lebih dari 600 anggota polisi dan petugas pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka selama penanganan kerusuhan.

Secara keseluruhan, demonstrasi di Prancis diikuti sekitar 550 ribu orang yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sekitar 110 ribu orang mengikuti aksi di Paris. (ant/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
33o
Kurs