Sementara itu di antara 92,52 hektare lahan jagung yang terdampak kekeringan, kerusakan paling parah tercatat di daerah Tulungagung, Sumenep, dan Malang.
“Daerah yang mengalami puso jagung di antaranya 16,6 hektare di Tulungagung, satu hektare di Sumenep, dan tujuh hektare di Malang,” rinci dia.
Sebagai upaya menekan dampak kekeringan ekstrem, Dinas Pertanian telah melakukan sejumlah intervensi, terutama dukungan irigasi oleh Kementerian Pertanian guna membantu menjaga pasokan air selama musim kemarau.
Selain itu, Pemprov Jatim telah mengalokasikan bantuan sebanyak 1.000 paket benih jagung bagi wilayah yang tanaman pertaniannya mengalami gagal panen.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan lahan terdampak sekaligus menjaga kesinambungan produksi jagung Jatim.
“Salah satu penyangga atas pasokan tersebut adalah program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung yang disalurkan Perum Bulog untuk menyediakan bahan baku pakan dengan harga terjangkau bagi peternak rakyat,” jelasnya. (wld/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

