Selasa, 29 September 2026

24 Hektare Lahan Jagung di Jatim Gagal Panen Akibat Kekeringan Ekstrem

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi petani yang sedang memanen jagung. Foto: Humas Bapanas

Sementara itu di antara 92,52 hektare lahan jagung yang terdampak kekeringan, kerusakan paling parah tercatat di daerah Tulungagung, Sumenep, dan Malang.

“Daerah yang mengalami puso jagung di antaranya 16,6 hektare di Tulungagung, satu hektare di Sumenep, dan tujuh hektare di Malang,” rinci dia.

Sebagai upaya menekan dampak kekeringan ekstrem, Dinas Pertanian telah melakukan sejumlah intervensi, terutama dukungan irigasi oleh Kementerian Pertanian guna membantu menjaga pasokan air selama musim kemarau.

Selain itu, Pemprov Jatim telah mengalokasikan bantuan sebanyak 1.000 paket benih jagung bagi wilayah yang tanaman pertaniannya mengalami gagal panen.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan lahan terdampak sekaligus menjaga kesinambungan produksi jagung Jatim.

“Salah satu penyangga atas pasokan tersebut adalah program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung yang disalurkan Perum Bulog untuk menyediakan bahan baku pakan dengan harga terjangkau bagi peternak rakyat,” jelasnya. (wld/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Selasa, 29 September 2026
28o
Kurs