Kamis, 1 Oktober 2026

25 Daerah di Jatim Terdampak Karhutla, Luas Kebakaran Tembus 9.269 Hektare

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Pantauan citra satelit oleh petugas BPBD Jatim dalam karhutla Gunung Lawu yang merambat ke wilayah Ngawi, Rabu (16/9/2026). Foto: Dok. BPBD Jatim.

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda di 25 daerah di Provinsi Jawa Timur sepanjang musim kemarau 2026 dengan total luas area yang terbakar dari seluruh wilayah tersebut mencapai 9.269,55 hektare.

Gatot Soebroto Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jawa Timur mencatat bencana karhutla terjadi sebanyak 136 kali di 25 daerah tersebut. Sebagian besar kebakaran berhasil dipadamkan berkat kesiapsiagaan tim gabungan di lapangan.

“Kami mencatat ada 136 kejadian karhutla yang tersebar di 25 daerah di Jawa Timur dengan total luas area terbakar mencapai 9.269,55 hektare,” kata Gatot dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).

Gatot mengungkap sebagian besar karhutla sudah berhasil dipadamkan, namun petugas gabungan tetap bersiaga di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi kejadian serupa. Mengingat musim kemarau yang masih berlangsung.

“Sebagian besar titik api sudah berhasil kita padamkan, namun personel dan armada penanggulangan bencana tetap disiagakan secara penuh di lapangan,” kata Gatot.

BPBD Jatim juga mencatat wilayah terdampak karhutla terluas terjadi di enam kabupaten. Antara lain Kabupaten Lumajang mencapai lebih dari 2.190 hektare, Kabupaten Probolinggo lebih dari 1.800 hektare, Kabupaten Blitar sekitar 1.600 hektare.

Kemudian Kabupaten Banyuwangi lebih dari 1.400 hektare, dan Kabupaten Jember & Kabupaten Malang yang masing-masing mencatat ratusan hektare hutan dan lahan terbakar.

“Wilayah-wilayah lain seperti Ponorogo, Magetan, Pasuruan, Bondowoso, Situbondo, Trenggalek, hingga Mojokerto juga berulang kali mengalami insiden karhutla akibat kondisi vegetasi yang mengering selama puncak musim kemarau,” tuturnya.

Sebagai langkah strategis dan penguatan mengantisipasi memburuknya dampak karhutla, Pemprov Jawa Timur telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan berdasarkan SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026.

“Langkah ini kemudian diikuti penetapan status kedaruratan oleh 24 kabupaten/kota di Jatim,” lanjutnya.

Gatot menjelaskan bahwa BPBD Jatim juga menggelar serangkaian rencana strategi penanganan darurat seperti Rakor Teknis & Apel Siaga Gabungan untuk mengonsolidasikan kekuatan bersama dinas/OPD terkait, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Kemudian menyiagakan armada berupa mobil tangki air, mobil water treatment, truk logistik, hingga pompa air berkapasitas tinggi.

Sebagai langkah preventif karhutla, Gatot mengimbau seluruh masyarakat, pemangku kepentingan kawasan hutan, dan para pendaki supaya tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya percikan api. seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat api unggun tanpa pengawasan ketat.

Sementara itu masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau ingin melaporkan potensi kebakaran dan kekeringan dapat menghubungi Posko Siaga BPBD Jatim melalui Call Center 117 atau WhatsApp Pusdalops PB di 0812-317-80000.

“Kerja sama masyarakat sangat krusial untuk mencegah meluasnya karhutla,” tandas Gatot.(wld/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 1 Oktober 2026
34o
Kurs