Jumat, 18 September 2026

Karhutla Gunung Bhutak Malang dan Kawinajang Blitar Tembus 1.000 hektare

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Petugas BPBD Jatim saat melakukan pemadaman karhitla, Jumat (18/9/2026). Foto: Dok. BPBD Jatim.

Penanganan serta pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kini difokuskan di kawasan Gunung Buthak Kabupaten Malang dan Gunung Kawinajang Kabupaten Blitar yang sudah tembus seluas 1.000 hektare.

Gatot Soebroto Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur menjelaskan, kebakaran hutan di dua wilayah tersebut mulai terlihat saat Helikopter PK-DAP melakukan observasi pada 13 September 2026.

Berdasarkan pantauan udara, teramati kepulan asap yang cukup tebal di wilayah Gunung Kawinajang membakar area di sekitar puncak gunung.

Dalam beberapa hari, kebakaran semakin tidak terkendali dan semakin meluas karena titik api berada di area yang terjal dan sulit dijangkau petugas.

Untuk itu Tim BPBD Jatim mulai mengerahkan helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman.

Pada hari ini, Jumat (18/9/2026), hingga pukul 15.00 Wib, aksi pemadaman dengan menggunakan water bombing telah dilakukan sebanyak 16 kali, dengan curahan air sebanyak 16.000 liter.

“Water bombing kali ini menyasar sejumlah titik api yang terpantau masih menyala, yakni, di atas Pos Meja Bunder, di kawasan Gunung Malang, di sebelah utara Pos 3 Buthak dan di sebelah utara Pos 4 Batu Tulis,” ujar Gatot saat dikonfirmasi.

Selain menggunakan jalur udara dengan water bombing, penanganan Karhutla di kawasan ini juga dilakukan melalui jalur darat oleh Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD Jatim, BPBD Kab. Malang, BPBD Kab. Blitar, TNI, Polri, Manggala Agni dan relawan warga setempat.

Tim gabungan ini dibagi dua gelombang, yang berangkat dari Posko Precet Gunung Kawi menuju Puncak Pitrang, Petak 177 RPH Gendogo, dan area Pos 3 Batu Tulis.

“Gelombang pertama berangkat pukul 03.00 WIB dini hari dan gelombang kedua berangkat pukul 09.00 WIB. Mereka melakukan pemadaman api secara manual dan membuat sekat bakar, guna mencegah api semakin meluas,” jelasnya.

Sementara itu pada Kamis (17/9/2026) kemarin, water bombing telah dilakukan di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang sebanyak 15 kali dengan curahan air mencapai 15.000 liter.

Sedangkan pada Rabu (16/9/2026), water bombing dilaksanakan di kawasan tersebut sebanyak 11 kali dengan curahan air sebanyak 11.000 liter.

“Pada hari Selasa, kita juga sempat melakukan dua kali water bombing dengan 2000 liter air yang dicurahkan. Tapi, karena kondisi cuaca dan angin yang sangat kencang pada hari itu. Akhirnya, water bombing tidak bisa dilanjutkan,” terang Kalaksa Gatot Soebroto.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, hingga saat ini, luas area terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang telah mencapai sekitar 1.000 hektar.

“Saat ini tim gabungan juga masih terus memantau perkembangan kebakaran di area ini,” terangnya.

Selain di Gunung Buthak dan Kawinajang, peristiwa Karhutla juga melanda kawasan Gunung Wilis di Kabupaten Nganjuk, dengan area terdampak mencapai sekitar 50 hektar.

“Kebakaran yang awalnya terjadi pada Rabu (16/9), sekitar pukul 06.15 WIB di Petak 24, RPH Gedangklutuk, BKPH Pace, KPH Kediri, Desa Ngliman, Kec. Sawahan ini kini terus ditangani oleh tim gabungan dengan membuat sekat bakar di 4 titik, yakni, di Ngongkrok, Ngunut, Lungur Cilik/Sedepok dan Candi Laras,” ucapnya.(wld/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 18 September 2026
28o
Kurs