Pedro Sanchez Perdana Menteri (PM) Spanyol menyampaikan pada Senin (27/7/2026) bahwa lebih dari 3.800 orang meninggal dunia akibat gelombang panas di negara tersebut sejak awal tahun ini.
Pekan lalu, pemerintah Spanyol telah menetapkan status darurat nasional di wilayah otonom Madrid, serta Provinsi Avila dan Provinsi Toledo, menyusul kebakaran hutan yang terus meluas di sejumlah kawasan.
“Suhu panas telah merenggut lebih dari 3.800 nyawa,” ujar Pedro Sanchez, PM Spanyol, saat mengumumkan proyek pembangunan jaringan fasilitas perlindungan komprehensif bagi warga dari suhu ekstrem, yang diberi nama Climate Shelters Network.
Pedro Sanchez menuturkan, pemerintah Spanyol berencana mengalokasikan dana sebesar 10 juta euro atau sekitar Rp205,54 miliar, untuk membangun sejumlah fasilitas perlindungan baru guna melindungi masyarakat dari kondisi cuaca ekstrem yang terus berlangsung.
“Kami menyetujui pemberian dukungan senilai 10 juta euro untuk mendanai (pembangunan) tempat-tempat perlindungan baru, termasuk di sejumlah institusi pendidikan,” tambah Sanchez, seperti dilanir Antara dari Sputnik.

NOW ON AIR SSFM 100

