Data resmi otoritas Uni Emirat Arab (UEA) mencatat total sekitar 20.000 pengunjung internasional dengan 36 di antaranya warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan terdampak situasi keamanan di UEA, dan belum dapat melanjutkan perjalanan.
Judha Nugraha Duta Besar RI untuk UEA menyampaikan bahwa 36 WNI tersebut telah terdata secara rinci oleh perwakilan RI. Rinciannya, 23 WNI berada di Dubai dan 13 lainnya di Abu Dhabi.
“Kami telah mengumpulkan seluruh WNI dalam satu grup komunikasi untuk memudahkan koordinasi dan fasilitasi sesuai kebutuhan masing-masing, mulai dari perpanjangan akomodasi hingga opsi perjalanan lanjutan melalui repatriasi mandiri,” ujar Judha di Abu Dhabi, Selasa (3/3/2026) yang dikutip Antara.
Pendataan dan pengelompokan komunikasi dilakukan oleh Kedutaan Besar RI (KBRI) Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Dubai guna memastikan pendampingan berjalan cepat, terukur, dan responsif.
Adapun pada Senin (2/3/2026) malam waktu setempat, Judha bersama jajaran menggelar pertemuan daring dengan para WNI yang masih tertahan di Abu Dhabi dan Dubai.
Dalam forum tersebut, perwakilan RI menyampaikan perkembangan situasi sekaligus menghimpun aspirasi langsung dari WNI yang terpaksa memperpanjang masa tinggal karena penerbangan belum tersedia.
Sejumlah langkah konkret telah ditempuh, termasuk fasilitasi akses akomodasi, pendampingan administratif, serta penyampaian informasi terkini terkait opsi perjalanan.
Bagi WNI yang ingin pulang lebih cepat, perwakilan RI menawarkan opsi repatriasi mandiri melalui jalur darat via Oman, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi setempat.
Judha menegaskan Pemerintah Indonesia akan terus memastikan perlindungan maksimal bagi WNI di luar negeri, termasuk menjaga koordinasi erat dengan otoritas setempat.
Pemerintah UEA melalui surat edaran resmi Department of Culture and Tourism Abu Dhabi juga menginstruksikan operator hotel untuk memperpanjang masa inap para visitor yang belum dapat melanjutkan perjalanan.
Biaya tambahan malam menginap akan ditanggung pemerintah setempat sebagai bagian dari upaya perlindungan pengunjung internasional.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen otoritas UEA dalam menjaga reputasi negara sebagai pusat konektivitas global sekaligus memastikan tidak ada visitor yang terlantar tanpa akomodasi.
Situasi di Abu Dhabi dan kawasan Teluk masih tegang menyusul serangan balasan Iran yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di negara Teluk Arab.
Ratusan drone dan rudal dilaporkan diluncurkan, sebagian besar berhasil dicegat sistem pertahanan udara UEA. Namun, serpihan yang jatuh ke darat sempat menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di lingkungan sipil.
Dampak lainnya, sejumlah maskapai internasional termasuk Etihad Airways menangguhkan sementara penerbangan ke dan dari UEA hingga setidaknya 4 Maret 2026, meski beberapa rute mulai kembali dibuka secara bertahap.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik terus mengimbau seluruh WNI di kawasan Teluk untuk tetap waspada, melakukan registrasi keberadaan melalui saluran resmi, serta mengikuti arahan keamanan dari otoritas setempat hingga situasi kembali normal dan akses penerbangan pulih sepenuhnya. (ant/bil/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
