“Baru sisanya kita membagi dalam segmen-segmen. Segmen pertama sampai dengan sekian belas segmen dari barat ke timur. Ini masih terus dimatangkan, walaupun ada rencana yang dinamakan groundbreaking program, baru setelah itu berikutnya groundbreaking fisik. Ini juga kami akan terus mengawalnya terlebih dahulu,” kata AHY dilansir dari Antara.
Menurut AHY, pembangunan tanggul pantai dan tanggul laut tidak bisa berdiri sendiri. Penanganan banjir harus dilakukan dari hulu hingga hilir, termasuk melalui normalisasi sungai dan pengendalian penyebab penurunan permukaan tanah.
“Mencegah banjir rob termasuk penurunan permukaan air tanah (land subsidence) bukan hanya membangun tanggulnya, tapi memastikan misalnya mencegah dengan mengurangi eksploitasi air tanah,” ujarnya.
Penanganan banjir kiriman, kata AHY, juga harus dilakukan dari wilayah hulu. Karena itu, penataan tata ruang menjadi bagian penting dalam proyek tersebut.
“Kemudian mencegah banjir kiriman berarti di hulu juga harus ditata. Saya ulangi, tata ruangnya tidak boleh diabaikan, baru kita bicara hilir,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

