PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mengimbau warga yang airnya masih keruh dan berbusa untuk melapor agar segera tertangani.
Louis Andilun Gatu Manajer Tata Usaha dan Humas PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mengatakan bahwa flushing telah dilakukan setelah muncul keluhan air keruh dan berbusa di sejumlah rumah warga.
Menurut Louis, penggelontoran dilakukan pada jaringan pipa primer, sekunder, hingga tersier. Namun, proses tersebut belum tentu menjangkau seluruh jaringan hingga ke rumah pelanggan.
“(Upaya PDAM) menambahkan unit aerasi di air baku, ditambahkan oksigen di situ supaya partikel organik yang tinggi menguap. Kita tambahin disinfektan,” ungkapnya.
Ia menyebut, upaya flushing ke semua saluran pipa distribusi sudah dilakukan namun kemungkinan belum merata hingga ke rumah warga.
“Mangkanya kami mengharapkan feedback (informasi) dari masyarakat ketika ada keluhan di rumah-rumah mereka, mohon segera melapor supaya kami bisa memflushing, menggelontor air yang ada di depan rumah mereka, saluran tersier tadi kan gitu,” paparnya.
Menurut Louis, salah satu tantangan dalam pemerataan flushing adalah panjang jaringan pipa distribusi PDAM Surabaya yang mencapai sekitar 6.000 kilometer.
Ia berharap ke depan, Perum Jasa Tirta melakukan monitoring kualitas air baku di sungai untuk memastikan jika ada potensi air keruh atau tercemar.
“Bukan ketika ada berita viral baru konfirmasi. Ini harapannya ada mereka aktif lah dari pihak teman-teman Jasa Tirta. Dan pemangku kebijakan penanggung jawabnya siapa di sungai gitu loh,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Perum Jasa Tirta (PJT) 1 menduga busa yang memenuhi Kali Surabaya yang berdampak pada kualitas air sejumlah pelanggan PDAM Surya Sembada, pada Minggu (6/9/2026) pagi, berasal dari foam atau busa pemadam yang digunakan saat kebakaran pabrik di kawasan Driyorejo, Gresik pada Jumat (4/9/2026) lalu. (lta/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

