Berdasarkan proyeksi Kementerian Pendidikan Prancis, sebanyak 224 lembaga pendidikan diperkirakan tutup total pada Kamis. Sementara 151 lembaga lainnya terganggu sebagian. Jumlah itu sekitar 30 persen lebih rendah dibanding perkiraan pada waktu yang sama sehari sebelumnya.
Organisasi pelajar menyerukan aksi di depan kantor-kantor prefektur di wilayah Ile-de-France, dilanjutkan dengan pertemuan di Place de la Bastille, Paris, pada pukul 15.00.
Sejumlah serikat pendidikan, termasuk Snes-FSU, CGT, FO, dan Sud, juga mendukung aksi mogok serta demonstrasi tersebut.
Mobilisasi pelajar itu terus berlanjut setelah Sebastien Lecornu Perdana Menteri Prancis pada, Rabu (7/10/2026) malam, berjanji akan mengumumkan langkah awal pada akhir Oktober.
Ryad Rani Presiden USL meminta pertemuan dengan Lecornu pada pekan depan. Ia mengatakan perwakilan pelajar sudah menghitung kebutuhan anggaran untuk usulan mereka.
NOW ON AIR SSFM 100

