Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan berhenti total menyusul kebijakan terbaru Amerika Serikat yang memicu eskalasi ketegangan di kawasan Teluk.
Berdasarkan laporan intelijen maritim yang berbasis di London, penghentian aktivitas terjadi tak lama setelah Donald Trump Presiden Amerika Serikat, mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Senin (13/4/2026).
Media pelayaran global, Lloyd’s List, melaporkan bahwa kapal-kapal yang sebelumnya masih beroperasi secara terbatas di Selat Hormuz mendadak menghentikan perjalanan dan berbalik arah.
Situasi ini terjadi seiring meningkatnya operasi militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk kegiatan pembersihan ranjau laut.
Dilansir dari Anadolu, Washington juga menuding Teheran tidak memenuhi komitmennya untuk menjaga jalur perairan internasional tetap terbuka dan aman.
Blokade angkatan laut tersebut diumumkan setelah perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad pada Sabtu gagal mencapai kesepakatan. Pertemuan itu menjadi salah satu upaya diplomatik langka di tengah konflik yang memanas sejak akhir Februari.
Sebelumnya, kedua negara sempat menjalani gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan. Kesepakatan penghentian sementara konflik tersebut diumumkan pada Selasa, namun tidak berhasil membuka jalan menuju perdamaian permanen. (mar/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
