“Banyuwangi salah satu terbesar untuk penempatan anak-anak kita ke negara Jepang. Keberadaan BPVP di Banyuwangi ini bentuk komitmen kami untuk menciptakan anak-anak kita yang punya kompetensi dan kemampuan hebat-hebat, termasuk skill bahasa,” katanya.
Karena itu, Afriansyah meminta anak muda dan masyarakat memanfaatkan fasilitas pelatihan vokasi yang disediakan pemerintah.
Menurutnya, penguasaan kompetensi menjadi modal penting agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar kerja luar negeri.
Pemerintah juga menyiapkan Pelatihan Vokasi Nasional dengan kuota sekitar 220.000 peserta yang diperuntukkan khusus bagi lulusan SMA dan SMK. Seluruh biaya pelatihan tersebut ditanggung negara.
Di sisi lain, Mujiono Wakil Bupati Banyuwangi mengatakan bahwa kondisi ketenagakerjaan di daerah tersebut menunjukkan perkembangan positif. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banyuwangi turun dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen pada 2025.

NOW ON AIR SSFM 100

