Minggu, 6 September 2026

ASDP Kerahkan KMP Jatra I dan Portlink 0 untuk Atasi Antrean Ketapang-Gilimanuk

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan yang mengantre untuk menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk. Foto: Istimewa

PT ASDP Indonesia Ferry mengerahkan dua kapal tambahan untuk memperkuat kapasitas layanan sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, Jawa-Bali.

Dua kapal yang dikerahkan yakni KMP Jatra I dan KMP Portlink 0.

Ferry Heru Widodo Direktur Utama ASDP Indonesia mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian operasional untuk menghadapi kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Gilimanuk, Bali.

“ASDP terus melakukan langkah operasional untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk,” kata Heru dilansir dari Antara, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan pemantauan pada Minggu sekitar pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan di sisi Ketapang mencapai sekitar 3 kilometer. Ekor antrean tercatat berada di sekitar Terminal Sri Tanjung.

Sementara itu, antrean kendaraan dari arah Pelabuhan Gilimanuk mencapai sekitar 1,6 kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Masjid Gilimanuk.

Heru mengatakan kepadatan tersebut berpengaruh terhadap waktu perjalanan dan kenyamanan pengguna jasa.

Karena itu, ASDP melakukan sejumlah langkah mitigasi secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kesiapan armada, serta keselamatan pelayaran.

“Karena itu, kami terus melakukan berbagai langkah operasional untuk menambah dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” ujarnya.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggerakkan armada untuk memperkuat jaringan penyeberangan. KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9/2026) dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9/2026).

Setelah tiba di Tanjung Wangi, KMP Jatra I akan memperkuat pelayanan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk. Adapun KMP Portlink 0 akan dialihkan untuk melayani lintasan Tanjung Wangi-Lembar melalui Pelabuhan Gili Mas.

Pengaturan tersebut menjadi bagian dari strategi optimalisasi jaringan lintasan ASDP. Dengan pembagian armada tersebut, kapasitas layanan dapat diperkuat sekaligus membantu mengurangi tekanan kendaraan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Tingginya mobilitas pengguna jasa tercermin dari volume penyeberangan dalam beberapa hari terakhir. Pada periode 31 Agustus hingga 5 September 2026, sebanyak 7.197 penumpang dan 36.218 kendaraan telah diseberangkan dari Pelabuhan Ketapang.

Dari arah sebaliknya, sebanyak 4.213 penumpang dan 33.810 kendaraan telah diseberangkan dari Pelabuhan Gilimanuk.

Media Syahrianto General Manager ASDP Cabang Ketapang mengatakan, perusahaan bersama regulator, yakni KSOP dan BPTD, terus mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi setiap hari. Pola operasi kapal dapat mencapai hingga delapan trip.

“Kami akan terus bekerja di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala agar setiap kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Kami berharap langkah-langkah yang dilakukan ini dapat secara bertahap mempercepat penguraian kepadatan,” jelas Media. (ant/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Minggu, 6 September 2026
26o
Kurs