“Ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial, tetapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan target apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.
Kemenko baru tersebut nantinya akan mengoordinasikan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Namun, Bahlil mengatakan susunan kementerian dan lembaga yang berada di bawah koordinasinya masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden.
Untuk sementara, kantor Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi akan berada di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat perkembangan. Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100 persen, 90 persennya itu ada di sektor ESDM,” jelasnya.
Bahlil resmi dilantik Presiden sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus tetap merangkap sebagai Menteri ESDM. Pengangkatannya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024–2029.
Bahlil menegaskan akan menjalankan kedua jabatan tersebut dengan fokus pada percepatan target hilirisasi dan transisi energi yang telah ditetapkan pemerintah. (ant/bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

