Minggu, 23 Agustus 2026

Bali Disebut Aman dari Zika, Wisatawan Diminta Tetap Waspada Gigitan Nyamuk

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi wisatawan berkunjung ke Bali Indonesia. Foto: Antara

Dinas Pariwisata Bali memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Zika di Pulau Dewata.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah otoritas kesehatan Amerika Serikat menerbitkan peringatan kesehatan perjalanan terkait risiko Zika di Indonesia, dengan perhatian khusus terhadap Bali.

I Wayan Sumarajaya Kepala Dinas Pariwisata Bali meminta wisatawan mancanegara tidak khawatir berlebihan dan tetap mempertimbangkan Bali sebagai destinasi wisata.

“Saya berharap para wisatawan tidak takut untuk datang ke Bali, karena Bali aman dan nyaman untuk berlibur,” kata Sumarajaya di Denpasar, Minggu (23/8/2026).

Menurut Sumarajaya, Dinas Pariwisata Bali telah berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama Dinas Kesehatan Provinsi Bali, untuk memantau perkembangan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk tersebut.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Bali, hingga kini belum terdapat laporan kasus infeksi Zika di wilayah Bali.

Meski demikian, wisatawan tetap diminta menerapkan langkah pencegahan. Sumarajaya mengatakan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk penting dilakukan karena Bali berada di wilayah beriklim tropis.

“Karena kita berada di negara tropis, penting untuk pencegahan, sama seperti DBD, jadi wisatawan tetap waspada agar terhindar dari gigitan nyamuk,” ujarnya dilansir dari Antara.

Selain wisatawan, pelaku usaha pariwisata juga diminta menjaga standar kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

I Gusti Ayu Raka Susanti Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali secara terpisah kembali memastikan belum ada laporan kasus Zika di Bali.

“Kalau di Bali sendiri belum ada laporan kasus Zika, tapi karena negara tropis, jadi wisatawan diimbau untuk waspada bila bepergian, itu suatu hal yang wajar,” kata Raka.

Ia menjelaskan, prinsip pencegahan Zika pada dasarnya serupa dengan pencegahan demam berdarah dengue (DBD), yakni menghindari gigitan nyamuk Aedes yang dapat menjadi vektor penularan.

Menurut dia, langkah pencegahan tersebut perlu menjadi perhatian wisatawan selama berada di Bali.

Peringatan kesehatan perjalanan dari Amerika Serikat muncul setelah Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menerbitkan Travel Health Notice Level 2 untuk Indonesia pada 7 Agustus 2026, dengan perhatian khusus terhadap Bali.

Peringatan tersebut berkaitan dengan laporan kasus Zika pada pelaku perjalanan yang sebelumnya kembali dari Bali.

CDC meminta wisatawan meningkatkan langkah pencegahan, terutama untuk menghindari gigitan nyamuk dan memperhatikan risiko penularan seksual.

CDC menjelaskan infeksi Zika pada umumnya menimbulkan gejala ringan atau bahkan tidak menimbulkan gejala. Gejala yang dapat muncul antara lain demam, ruam, sakit kepala, nyeri sendi, dan mata merah.

Perhatian lebih besar diberikan kepada perempuan hamil atau mereka yang sedang merencanakan kehamilan karena infeksi Zika dapat menimbulkan risiko terhadap janin.

Meski menerapkan status Level 2 atau Practice Enhanced Precautions, CDC tidak melarang perjalanan ke Bali. Status tersebut merupakan imbauan agar pelancong meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan.

Level 2 berbeda dengan Level 3 yang meminta pelancong mempertimbangkan kembali perjalanan serta Level 4 yang merupakan kategori paling tinggi untuk menghindari seluruh perjalanan yang tidak mendesak. (ant/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 23 Agustus 2026
28o
Kurs