Emil menilai, sistem rujukan kesehatan perlu lebih mengutamakan kebutuhan medis pasien. Rujukan tidak seharusnya semata-mata mengikuti jenjang atau tipe rumah sakit apabila fasilitas kesehatan lain memiliki peralatan dan tenaga medis yang lebih sesuai dengan kondisi pasien.
“Sedini mungkin kita bisa tahu seorang pasien itu sebenarnya butuh kompetensi apa penanganannya. Sehingga daripada dia kemudian harus berjenjang untuk memenuhi syarat administrasi, terutama terkait BPJS, ini bisa langsung dirujuk berdasarkan kompetensi,” ujarnya.
Dia mencontohkan RSUD Dr Iskak Tulungagung yang memiliki sejumlah peralatan medis, termasuk MRI, serta tenaga dokter spesialis dengan kompetensi tertentu.
Menurut Emil, pemetaan kemampuan masing-masing rumah sakit penting agar proses rujukan dapat diarahkan sejak awal ke fasilitas kesehatan yang memiliki peralatan dan tenaga medis sesuai kebutuhan pasien.
“Rujukan nanti itu betul-betul kita tahu di rumah sakit mana yang punya alat dan kompetensi SDM untuk menangani kasus-kasus pasien tersebut,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

