Rencana pengurangan tenaga kerja ini muncul ketika industri perbankan Australia menghadapi tekanan dari melemahnya aktivitas pasar perumahan, meningkatnya persaingan, dan kenaikan biaya operasional yang membebani pendapatan.
Pada Agustus 2026, NAB telah memperingatkan bahwa pertumbuhan kredit perumahan akan melambat tajam pada 2027. Menurut bank tersebut, reformasi pajak properti pemerintah federal telah menekan permintaan dari calon pembeli rumah dan investor.
Saat itu, Irvine menyebut ketidakpastian geopolitik, kenaikan suku bunga domestik, serta perubahan kebijakan pajak turut menciptakan tantangan bagi nasabah.
Berdasarkan laporan tahunan terbarunya, NAB memiliki 41.880 pekerja di seluruh dunia per 30 September 2025. Bank ini merupakan pemberi pinjaman bisnis terbesar di Australia dan pemberi pinjaman perumahan terbesar ketiga di negara tersebut.
Pengumuman restrukturisasi NAB juga mengikuti langkah serupa yang dilakukan pesaingnya, Australia and New Zealand Banking Group (ANZ).
NOW ON AIR SSFM 100

