Selasa, 20 Oktober 2026

Batik Indonesia Dinilai PBB Beri Pembelajaran Multiliteralisme

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Orang membatik menggunakan canting. Foto: Eling Solo

Antonio Guterres Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai batik Indonesia memberikan pelajaran tentang multiliteralisme.

Dia menjelaskan, batik Indonesia merupakan tradisi yang terbentuk dari banyak pengaruh budaya luar seperti Arab, China, hingga Eropa, Jepang, Asia Selatan, dan Persia.

“Melalui perjumpaan-perjumpaan itu batik tetap terjalin erat dengan identitas budaya Indonesia sendiri. Ada pelajaran di sini bagi multilateralisme,” kata Guterres, melansir Antara, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, batik didominasi motif yang timeless, dengan garis-garis baru yang bermunculan dan warna-warna baru yang hadir di tempatnya. Sehingga membentuk sebuah corak batik yang beragam warna dan bentuk.

“Hal yang sama juga berlaku bagi dunia kita. Seiring munculnya kekuatan baru dan tantangan baru, institusi kita harus memberi ruang bagi suara dan realitas baru,” tambahnya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2026
33o
Kurs