Guterres mengandaikan rangkaian proses pembuatan corak batik sama seperti bagaimana komunitas dunia mesti “menciptakan motif” yang lebih mencerminkan dunia saat ini serta dunia yang sedang dicita-citakan umat manusia.
Dengan demikian, komunitas dunia kini memiliki tugas membuat “corak batik” tersebut melalui reformasi institusi multilateral serta saling dukung untuk memajukan HAM, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunitas internasional memastikan aspirasi dan posisi tiap negara dapat diperhatikan dan diakomodasi saat membangun dunia sesuai tujuan bersama.
Di samping itu, Sekjen PBB mengakui bahwa batik Indonesia merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang begitu unik. Karena itu, tak mengherankan jika UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, ucap dia.(ant/kir/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

