Senin, 12 Oktober 2026

Bayi 24 Hari Meninggal Diduga Usai Diberi Telur Mentah, Emil Dardak Minta Tunggu Penjelasan Medis

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Emil Elestianto Dardak Wagub Jatim saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/10/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Bayi berinisial A berusia 24 hari di Surabaya mengalami demam tinggi dan dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, bayi itu diduga diberi telur mentah oleh neneknya dengan maksud meredakan demam tinggi.

Namun, kondisinya justru memburuk dan berujung meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) pagi sekitar pukul 07.10 WIB

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur angkat bicara. Ia menyampaikan duka mendalam atas kepergian balita A setelah diupayakan penanganan medis selama tiga hari.

“Kami sangat berduka karena setelah tiga hari diupayakan penanganan, pasien akhirnya meninggal dunia. Kami memahami kondisi keluarga yang sedang berduka dan memohon agar mereka diberikan waktu untuk beristirahat dan menenangkan diri,” ujar Emil saat ditemui di Gedung Grahadi, Senin (12/10/2026).

Emil menyatakan bahwa RSUD Dr. Soetomo telah berusaha memberikan penanganan maksimal kepada pasien.

Bayi itu mulanya menjalani perawatan di ruang IGD. Namun karena kondisinya memburuk, pasien langsung dilarikan ke ruang NICU untuk diberi penanganan medis secara ketat.

“Ibu direktur juga mengonfirmasi bahwa pasien telah diterima sejak malam, setelah datang ke IGD sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian masuk NICU sekitar pukul 11.00 WIB tanpa intervensi dari saya. Artinya, sistem sudah berjalan sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Dari hasil komunikasi Emil dengan pihak rumah sakit, pasien bayi itu diduga mengalami infeksi saluran pencernaan, sehingga kondisinya memburuk dan nyawanya tak tertolong.

“Informasi yang saya terima, pasien mengalami infeksi saluran pencernaan,” kata Emil.

Meski demikian, Emil menegaskan bahwa ia tak dapat menyimpulkan apakah telur mentah itu menjadi pemicu gejala infeksi saluran pencernaan pada sang bayi.

Menurutnya, penjelasan rekam medis yang dialami pasien tersebut merupakan wewenang dari tim dokter RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

“Adapun hubungan sebab-akibat antara kondisi tersebut dan makanan yang dikonsumsi, seyogianya disampaikan oleh pihak medis yang berwenang,” jelasnya.

Wagub Jatim itu menegaskan kejadian kali ini harus menjadi perhatian semua pihak supaya tidak memberi makan sembarangan kepada seorang bayi.

Di sisi lain, Emil meminta publik menghormati pihak keluarga yang tengah dilanda duka mendalam atas kepergian sang buah hati.

“Tentu, ke depannya hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Namun, mari kita hormati terlebih dahulu keluarga Ananda Alena yang sedang berduka,” ucapnya. (wld/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
30o
Kurs