Kamis, 5 Februari 2026

Belum Sempat Dijemput, Pria Asal Surabaya yang Hilang 10 Tahun Meninggal di Sleman

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi.

Supriyadi, seorang pria asal Surabaya yang sempat dilaporkan ke Suara Surabaya dalam kondisi sakit dan terlantar di wilayah Jombor, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dikabarkan meninggal dunia.

Kabar meninggalnya Supriyadi disampaikan Agus Cahyono, warga Jombor, Sleman yang sebelumnya melaporkan keberadaan almarhum kepada Radio Suara Surabaya, Senin (2/2/2026) lalu.

“Pak Supriyadi wafat Selasa (3/2/2026) sore, di rumah sakit. Dimakamkan langsung di TPU Seyekan Yogya, sudah dikomunikasikan dengan keluarganya,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (5/2/2026).

Supriyadi yang berasal dari Banyu Urip Wetan, Surabaya, itu sebelumnya dikabarkan sudah hampir 10 tahun terpisah dan hilang kontak dengan keluarganya. Saat pertama ditemukan pada, Minggu (1/2/2026) lalu, Supriyadi berada di sebuah masjid dalam kondisi tidak dapat beraktivitas secara normal.

“Orangnya sakit, kakinya bengkak tidak bisa jalan. Selama beberapa hari di masjid hanya duduk diam, tidak mau makan dan minum. Buang air juga di tempat itu karena tidak bisa ke mana-mana,” kata Agus, Senin.

Menurut keterangan warga setempat, Supriyadi telah berada di wilayah Jombor lebih dari setahun terakhir. Ia sempat berpindah-pindah, hidup terlantar di sekitar terminal, dan pernah diberi pekerjaan menjaga angkringan.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir kondisinya semakin menurun dan terlihat linglung. Supriyadi juga tidak punya KTP, sehingga warga di Jombor memanggilnya “gondrong”.

Supriyadi yang hilang 10 tahun lebih dari Surabaya saat ditemukan di masjid daerah Yogyakarta. Foto: Istimewa

Melihat kondisinya yang memburuk, pihak RT dan dusun setempat berkoordinasi untuk membawa Supriyadi ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis.

Upaya pencarian identitas itu akhirnya membuahkan hasil setelah informasi tersebut disebarkan oleh Agus di sosial media. Utasnya ditemukan pendengar Suara Surabaya. Lalu informasinya ditindaklanjuti Gatekeeper Radio Suara Surabaya.

Begitu Agus selesai mengudara, seorang pendengar bernama Agam langsung merespons dan mengaku mengenali Supriyadi sebagai kerabatnya.

“Sepertinya itu saudara saya, Pak Supriyadi. Nama orang tua dan keluarganya sesuai. Ayahnya almarhum Suyitno, ibunya Jamiatun. Kakaknya Sigit, adiknya Wiwik Astuti. Saya anaknya Bu Erna, adik Pak Supri,” ujar Agam.

Agam menyebut Supriyadi merupakan paman dari pihak ibunya dan telah lama menghilang tanpa kabar sejak hampir 10 tahun lalu. Keluarga sempat berusaha mencari, namun kesulitan karena tidak ada kontak yang bisa dihubungi.

“Beliau pergi dari rumah tanpa pamit, setelah bercerai dan punya satu anak. Sejak itu tidak ada kabar sama sekali,” tambahnya. (bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 5 Februari 2026
30o
Kurs