Rabu, 4 Maret 2026

BMKG Prakirakan Musim Kemarau Dimulai April 2026

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi musim kemarau. Foto: Pixabay

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Fase awal ini diprediksi terjadi di kawasan Nusa Tenggara sebelum meluas secara bertahap ke wilayah lain di Tanah Air.

Teuku Faisal Fathani Kepala BMKG menyampaikan bahwa awal musim kemarau akan terjadi di 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen dari total 699 zona musim di Indonesia.

“Awal musim kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April, yaitu ada 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen dari seluruh zona musim yang ada di Indonesia, sebanyak 699,” ujar Faisal pada Rabu (4/3/2026).

BMKG memproyeksikan perluasan musim kemarau akan semakin signifikan pada Mei dan Juni 2026.

Pada Mei 2026, sebanyak 184 zona musim diprediksi mulai mengalami kemarau. Sementara pada Juni 2026, jumlahnya mencapai 163 zona musim.

“Nantinya diawali dari wilayah Nusa Tenggara dengan bergerak ke barat secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya,” jelasnya dilansir dari Antara.

Artinya, wilayah barat Indonesia seperti Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan akan mulai merasakan dampak kemarau setelah kawasan timur lebih dahulu mengalaminya.

BMKG juga mengingatkan bahwa musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia. Sekitar 400 zona musim diprediksi mengalami durasi kemarau yang melebihi kondisi normal.

Kondisi ini berpotensi berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG memetakan puncak musim kemarau 2026 terjadi secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia sebagai berikut:

Sebagian Sumatera, Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian kecil Jawa, sebagian kecil Nusa Tenggara Barat dan Timur, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, Sulawesi Utara bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat bagian tengah, serta Papua bagian timur.

Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa bagian tengah hingga timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Maluku, Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.

Sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian kecil wilayah Papua.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah mitigasi lebih awal, terutama dalam pengelolaan sumber daya air, penyesuaian pola tanam, serta peningkatan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 4 Maret 2026
31o
Kurs