Minggu, 19 Juli 2026

BMKG Ungkap Penyebab Turunnya Hujan di Wilayah Jatim pada Puncak Musim Kemarau

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Ilustrasi. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Foto: Grafis suarasurabaya.net

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat Jawa Timur (Jatim) untuk tetap waspada terhadap hujan yang diprakirakan bakal mengguyur sejumlah daerah hingga dua hari ke depan, meskipun sudah memasuki musim kemarau.

Taufiq Hermawan Kepala BMKG Juanda menjelaskan, kondisi itu disebabkan dua faktor, yaitu adanya suhu muka laut di wilayah perairan Jawa Timur dan Selat Madura, serta adanya nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR).

“Kondisinya, menunjukkan nilai negatif 1 hingga 1,5 derajat celcius. Ini artinya terjadi aktivitas penguapan yang signifikan, sehingga menyebabkan terbentuknya awan-awan konvektif,” jelasnya yang diterima suarasurabaya.net, pada Rabu (20/8/2025).

Faktor berikutnya, adanya pancaran gelombang dari permukaan atmosfer yang juga memicu terjadinya pertumbuhan awan.

“Itu adanya nilai OLR, jadi itu semacam pancaran gelombang dari permukaan atmosfer yang juga memicu pertumbuhan awan. Jadi, OLR ini terpantau pada pola cenderung bernilai negatif,” katanya.

Wilayah di Jawa Timur yang bakal diguyur hujan antara lain, Bojonegoro, Lamongan, Malang Raya, Kota Batu, Surabaya, Mojokerto, Nganjuk, dan Madiun.

Kemudian, wilayah Tapal Kuda, yakni Pasuruan, Probolinggo, dan Bondowoso, di wilayah barat seperti di Ngawi, Magetan, Pacitan, hingga Ponorogo.(dis/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 19 Juli 2026
32o
Kurs