“Untuk neraca perdagangan di bulan Mei tahun 2026 Ini mengalami defisit didorong. Kalau kami amati ya Oleh defisit neraca perdagangan Migas Itu sampai defisitnya Mencapai 3,76 miliar Dollar AS,” ujarnya.
Sepanjang Januari sampai dengan Mei tahun 2026, total nilai ekspor mencapai 115,36 miliar Dollar AS atau naik 3,02 persen year on year. Nilai ekspor migas tercatat senilai 5,17 miliar Dollar AS atau turun 12,71 persen. Untuk nilai ekspor non-migas tercatat naik 3,89 persen Dengan nilai 110,19 miliar Dollar AS.
“Nah, kalau kita lihat menurut sektornya peningkatan nilai ekspor non-migas secara kumulatif tersebut Ini didorong oleh sektor industri pengolahan. Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama Peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang Januari sampai dengan Mei tahun 2026. Nah andil industri pengolahan ini terhadap peningkatan ekspor sebesar 5,38 persen,” pungkasnya.
Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar, terutama dari hasil produk olahan nikel dari minyak kelapa sawit, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar organik lainnya, serta juga dari semi-alumunium.(lea/wld/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

