Senin, 5 Oktober 2026

BPS: Neraca Perdagangan Defisit 1,61 Miliar Dollar AS, Pertama Kali dalam Enam Tahun Terakhir

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Ateng Hartono Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS di Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto Lea Citra suarasurabaya.net

“Untuk neraca perdagangan di bulan Mei tahun 2026 Ini mengalami defisit didorong. Kalau kami amati ya Oleh defisit neraca perdagangan Migas Itu sampai defisitnya Mencapai 3,76 miliar Dollar AS,” ujarnya.

Sepanjang Januari sampai dengan Mei tahun 2026, total nilai ekspor mencapai 115,36 miliar Dollar AS atau naik 3,02 persen year on year. Nilai ekspor migas tercatat senilai 5,17 miliar Dollar AS atau turun 12,71 persen. Untuk nilai ekspor non-migas tercatat naik 3,89 persen Dengan nilai 110,19 miliar Dollar AS.

“Nah, kalau kita lihat menurut sektornya peningkatan nilai ekspor non-migas secara kumulatif tersebut Ini didorong oleh sektor industri pengolahan. Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama Peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang Januari sampai dengan Mei tahun 2026. Nah andil industri pengolahan ini terhadap peningkatan ekspor sebesar 5,38 persen,” pungkasnya.

Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar, terutama dari hasil produk olahan nikel dari minyak kelapa sawit, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar organik lainnya, serta juga dari semi-alumunium.(lea/wld/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 5 Oktober 2026
27o
Kurs