Kamis, 25 Juni 2026

Hasil Autopsi Ungkap ASN Bangkalan Diduga Meninggal 2-3 Hari Sebelumnya

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Petugas saat memasukkan jenazah perempuan ke mobil ambulans untuk dievakuasi ke RS Bhayangkara Porong, Rabu (24/6/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Polisi mengungkap hasil autopsi sementara terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) asal Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda, Rabu (24/6/2026) siang kemarin.

AKBP Ni Made Wiatini Katim Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menyebut, berdasarkan hasil autopsi, korban diduga meninggal sejak dua hingga tiga hari sebelum ditemukan siang kemarin.

Pada pemeriksaan bagian tubuh luar dan dalam korban, tim forensik menemukan sejumlah tanda yang mengarah pada kematian akibat asfiksia atau mati lemas. Selain itu, kondisi jasad juga menunjukkan tanda-tanda pembusukan yang cukup jelas.

“Untuk meninggalnya diperkirakan sudah lebih dari 2 kali 24 jam. Dua atau tiga hari,” kata Ni Made saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).

Selain itu, tim dokter forensik juga menemukan luka robek pada cuping telinga kiri korban yang diduga akibat benturan benda tumpul.

“Dapat kami sampaikan terkait pemeriksaan luar terhadap korban ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul,” ujarnya.

Kemudian ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata, serta kebiruan pada selaput lendir bibir bagian atas dan bawah.

“Nah, kelainan ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia,” jelasnya.

Pihak rumah sakit juga menepis dugaan hamil terkait kondisi perut korban yang tampak membesar. Setelah dilakukan autopsi, korban dipastikan tidak dalam keadaan mengandung.

“Terkait dugaan perut yang membesar. Setelah diadakan pemeriksaan dalam ternyata korban dinyatakan tidak hamil,” tegasnya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan swab vagina menunjukkan tidak ditemukan adanya sperma. Untuk memastikan penyebab kematian secara lebih rinci, tim forensik telah mengambil sejumlah sampel organ dan jaringan untuk diuji di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.

“Pemeriksaan uji toksikologi pada ginjal kanan dan ginjal kiri serta lambung dan isinya, pada kuku telunjuk kanan dan telunjuk kiri. Ini sampelnya kita kirim ke Labfor Surabaya,” ujarnya.(wld/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 25 Juni 2026
28o
Kurs