Lalu Hadrian Irfani Wakil Ketua Komisi X DPR RI menyoroti kasus dugaan perundungan atau bullying yang menimpa seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Pemalang, Jawa Tengah, hingga korban meninggal dunia.
Lalu menilai, kasus tersebut menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Menurutnya, kekerasan di lingkungan sekolah, baik secara fisik maupun verbal, masih terus terjadi dan membutuhkan penanganan serius.
“Berita tidak baik menimpa lagi dunia pendidikan kita. Salah satu siswa di Pemalang, siswa SD, meninggal dunia. Ternyata setelah ditelusuri, pengakuan dari orang tuanya adalah karena bullying, karena tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seniornya di sekolah,” kata Lalu dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Dia mengaku prihatin dan sedih atas kembali terjadinya kasus kekerasan terhadap peserta didik. Lalu mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama merumuskan langkah pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.
“Kami di Komisi X DPR RI tentu miris, kemudian sedih mendengar lagi berita seperti ini. Oleh sebab itu, saya berharap kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan, ayo kita rumuskan bareng-bareng, ayo kita cegah bareng-bareng,” ujarnya.
Lalu menegaskan, persoalan bullying di lingkungan pendidikan sudah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Karena itu, menurutnya, pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat harus memiliki perhatian yang lebih serius.
“Kondisinya sudah sangat darurat. Bullying ini masih terus kerap terjadi, mati satu tumbuh seribu. Ini artinya kita harus betul-betul aware, kita harus betul-betul fokus untuk menuntaskan kekerasan ini,” tegasnya.
Dia mengatakan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal. Persoalan tersebut, lanjutnya, harus ditangani di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
“Baik kekerasan fisik, kekerasan verbal yang terjadi di seluruh satuan pendidikan. Mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah sampai dengan pendidikan tinggi,” kata Lalu.
Dia menilai Indonesia sudah berada dalam kondisi darurat kekerasan di dunia pendidikan. Karena itu, dia mendorong adanya langkah konkret, mulai dari penguatan regulasi, sosialisasi secara masif, hingga pembekalan bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Indonesia sudah darurat kekerasan di dunia pendidikan. Ayo seluruh pemangku kepentingan, kita tuntaskan ini bersama-sama. Siapkan regulasi, sosialisasi masif, bekali anak-anak kita, bekali guru-guru kita,” tegasnya.
Selain Pemerintah dan sekolah, Lalu juga meminta para orang tua turut berperan aktif dalam mencegah kekerasan terhadap anak.
Menurutnya, pengawasan terhadap anak dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman.
“Dan tentunya kita sampaikan kepada seluruh kita sebagai orang tua, untuk mari kita sama-sama menjaga putra-putri kita, menjaga lingkungan di sekitar kita, agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar di seluruh satuan pendidikan,” pungkasnya.(faz/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

