Minggu, 28 Juni 2026

Calon Manajer Kopdes Merah Putih Wajib Ikut Latsarmil Supaya Bisa Kerja di Bawah Tekanan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta pada Rabu (17/6/2026). Foto: Humas TNI AU

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyebut calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) wajib mengikuti latihan dasar militer atau latsarmil agar memiliki karakter, disiplin, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan.

Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menegaskan pelaksanaan latsarmil tersebut bukan untuk mencetak calon pengelola koperasi menjadi prajurit. Melainkan, untuk membentuk kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme.

Menurutnya, calon pengelola koperasi nantinya akan memegang tanggung jawab besar dalam mengelola perputaran dana masyarakat. Karena itu, mereka dinilai perlu memiliki kesiapan mental, kemampuan memimpin, dan ketahanan dalam menghadapi tekanan kerja.

“Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” kata Ketut saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026) yang dikutip Antara.

Ketut menambahkan, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan program Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan wilayah pesisir.

Ia menilai pengelola koperasi yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, dan kepemimpinan yang baik akan mampu menjalankan organisasi secara profesional, sehingga manfaatnya lebih besar bagi masyarakat.

“Ekonomi rakyat yang kuat merupakan bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, pembentukan calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan menjadi bagian penting,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, aktivitas fisik dan pelatihan semi-militer selama latsarmil tidak difokuskan pada kemampuan tempur. Seluruh materi pelatihan dirancang untuk memperkuat mental, membangun daya juang, meningkatkan kerja sama, serta melatih peserta mengambil keputusan saat menghadapi tekanan.

“Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah,” katanya.

Di sisi lain, Kemhan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program latsarmil, menyusul adanya lima peserta yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan tersebut. (ant/bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 28 Juni 2026
33o
Kurs