Selasa, 6 Januari 2026

China Tuntut AS Segera Bebaskan Maduro dan Istrinya

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Tangkapan layar - Laman platform Truth Social milik Donald Trump Presiden Amerika Serikat yang mengunggah foto Nicolas Maduro Presiden Venezuela yang ditangkap dan berada dalam tahanan AS di atas kapal USS Iwo Jima. Foto: Truth Social @realDonaldTrump

Kementerian Luar Negeri China pada Minggu (5/1/2026) mengatakan AS harus segera membebaskan Nicolas Maduro Presiden Venezuela dan istrinya, Cilia Flores, yang, seperti yang diklaim oleh Donald Trump Presiden AS, telah ditangkap dan dibawa keluar negeri.

“China menyerukan kepada AS untuk menjamin keselamatan pribadi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, membebaskan mereka segera, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip Antara.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan keprihatinan atas penahanan paksa Maduro dan istrinya oleh AS.

Tindakan Washington itu melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, serta bertentangan dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB, imbuh kementerian tersebut.

Pada Sabtu, Trump mengatakan bahwa AS telah melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Maduro dan istrinya, serta mengusir mereka dari negara tersebut.

Sejumlah media melaporkan ledakan di Caracas, dan mengaitkan serangan itu dengan unit Delta Force AS. Surat kabar New York Times melaporkan, mengutip seorang pejabat senior Venezuela, sedikitnya 40 orang tewas, termasuk militer dan warga sipil.

Pihak berwenang Venezuela mengatakan mereka tidak memiliki informasi tentang lokasi Maduro dan menuntut bukti bahwa dia masih hidup. Trump kemudian membagikan foto yang, seperti yang dia katakan, menunjukkan Maduro berada di atas kapal USS Iwo Jima.

Media AS menyiarkan gambar pesawat yang mendarat di Negara Bagian New York, di mana Maduro dan istrinya diduga dikawal oleh puluhan petugas penegak hukum.

Beberapa anggota Kongres AS mengecam operasi tersebut sebagai tindakan ilegal, sementara pemerintah AS bersumpah bahwa Maduro akan diadili.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan niat untuk mengajukan banding ke sejumlah organisasi internasional terkait tindakan Washington dan meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB yang kemudian dijadwalkan pada 5 Januari.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritasnya dengan Venezuela.

Moskow menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan tentang pemindahan paksa Maduro dan istrinya selama agresi AS, menuntut pembebasan mereka dan mendesak langkah-langkah untuk mencegah eskalasi situasi lebih lanjut di Venezuela.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Selasa, 6 Januari 2026
29o
Kurs