Kamis, 4 Juni 2026

Trump Akui Opsi Membunuh Maduro Pernah Dipertimbangkan dalam Operasi di Venezuela

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Nicolas Maduro telah menjabat sebagai Presiden Venezuela sejak 2013 menggantikan Hugo Chavez. Foto: The New York Times

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Washington sempat mempertimbangkan opsi mematikan terhadap Nicolas Maduro Presiden Venezuela dalam operasi penangkapannya.

Pernyataan tersebut langsung memicu sorotan internasional dan mempertegas ketegangan terkait tindakan AS di negara Amerika Latin itu.

Menjawab pertanyaan wartawan pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat, Trump tidak menampik bahwa skenario tersebut masuk dalam pembahasan internal saat operasi berlangsung.

“Itu bisa saja terjadi,” kata Trump singkat.

Dilansir dari Antara, Trump menambahkan bahwa Maduro berupaya melarikan diri ke tempat yang dianggap aman selama operasi AS berlangsung, namun gagal melakukannya.

Dalam pernyataan terpisah yang dikutip media, Jenderal Dan Caine Ketua Kepala Staf Gabungan AS mengatakan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang menurut AS telah didakwa, akhirnya menyerah dan ditahan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dengan dukungan militer AS.

Operasi itu, kata Caine, dijalankan dengan “profesionalisme dan presisi” tanpa menimbulkan korban jiwa di pihak Amerika Serikat. (ant/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Kubah Masjid Ghamamah

Surabaya
Kamis, 4 Juni 2026
33o
Kurs