Pemerintah Provinsi Jawa Timur bakal melanjutkan operasi modifikasi cuaca (OMC) menyusul prakiraan BMKG Juanda soal potensi cuaca ekstrem yang melanda Jatim hingga 10 Februari 2026 mendatang.
Gatot Soebroto Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim menjelaskan, OMC lanjutan pada bulan Februari akan memanfaatkan sisa sortie atau penerbangan untuk penyemaian awan di bulan Januari kemarin.
“Saat ini masih ada sisa sortie bulan Januari yang bisa kami manfaatkan di OMC bulan Februari,” ujarnya dikonfirmasi suarasurabaya.net, Rabu (4/2/2026).
Gatot melanjutkan, dampak bencana hidrometeorologi masih berpotensi melanda sejumlah wilayah di Jatim karena cuaca ekstrem. Terutama di daerah yang masih dilanda banjir.
Berdasarkan pantauan BPBD Jatim, sejumlah kecamatan di wilayah Lamongan dan Pasuruan masih dilanda luapan banjir hingga Rabu (4/2/2026) siang. Sementara wilayah yang sempat dilanda banjir seperti Sidoarjo dan Jember terpantau sudah mulai surut.
Menurut Gatot, modifikasi cuaca dengan memanfaatkan sisa sortie Januari kemarin akan dimaksimalkan di wilayah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem.
BMKG Juanda menyebut jenis bencana hidrometeorologi yang berpotensi melanda sejumlah wilayah Jatim seperti hujan intensitas tinggi disertai petir dan angin kencang.
Dampak parah cuaca ekstrem tersebut melanda Kota Surabaya pada Selasa (3/2/2026) kemarin hingga menumbangkan 30 pohon di berbagai titik dan merusak papan reklame. Bahkan jaringan listrik di kawasan Jalan Kranggan sempat padam setelah tiang listrik patah usai diterjang angin kencang.
Lebih lanjut, Gatot mengimbau masyarakat untuk terus berhati-hati dalam berkegiatan dan memantau informasi prakiraan cuaca untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
“Potensi hujan dan angin bisa terjadi dibeberapa wilayah sebagaimana info BMKG sehingga masih dimungkinkan terjadi bencana, perlu adanya perhatian masyarakat dalam melaksanakan kegiatan,” tandasnya.(wld/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
