KAI Daop 7 Madiun menunggu hasil investigasi truk tertemper kereta api di Nganjuk kemarin, Kamis (9/7/2026).
Tohari Manager Humas Daop 7 Madiun menyebut, proses investigasi bersama pihak berwenang masih berlangsung.
“Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak berwenang,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (10/7/2026).
Ia memastikan hasil investigasi akan dipakai sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepatuhan, kewaspadaan, dan kepedulian seluruh pengguna jalan,” tutup Tohari.
Sementara hari ini jajaran manajemen hadir di kediaman almarhum Tabah Nur Arriski sopir truk menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kehadiran kami hari ini bukan sekadar menjalankan tugas perusahaan, tetapi sebagai sesama manusia yang turut merasakan duka yang dialami keluarga. Tidak ada kata yang mampu menghapus rasa kehilangan, namun kami berharap kehadiran kami dapat menjadi penguat bahwa keluarga tidak menghadapi musibah ini sendirian,” ujarnya lagi.
Selain itu Djamiran Manager Kesehatan Daop 7 Madiun mengunjungi pengguna jalan yang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Nganjuk.
“Doa kami menyertai almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Sementara bagi Bapak Djamiran, kami berharap segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” tutur Tohari.
Diberitakan sebelumnya, Kereta Api (KA) Logawa tertemper truk saat melintas di perlintasan sebidang resmi terjaga JPL 103 KM 126+428, petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk, Kamis (9/7/2026) pukul 14.34 WIB.(lta/ris/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

