Kemudian, dia juga menekankan pentingnya memastikan pertanggungjawaban pelaku usaha, termasuk perusahaan yang memiliki rantai kegiatan lintas negara.
Dalam hubungan luar negeri, Dasco menegaskan Indonesia harus tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif. Indonesia, kata dia, tidak boleh menjadi perpanjangan tangan kepentingan negara mana pun, tetapi tetap membuka ruang kerja sama dengan negara lain.
Di bidang pertahanan, Dasco menjelaskan sikap defensif aktif berarti tetap waspada, mampu mencegah ancaman, dan mengambil inisiatif secara terukur tanpa mencari permusuhan.
“Kita harus tegar dan tegas menjaga kedaulatan, sekaligus arif menjaga perdamaian,” ujarnya.
Dasco juga mendorong parlemen negara-negara ASEAN mempererat kerja sama, bukan hanya ketika krisis terjadi. Kolaborasi antarparlemen, menurut dia, perlu mencakup pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas.
NOW ON AIR SSFM 100

